Perlu Aturan Khusus Permudah Penyelenggara Jaringan Berikan Layanan di Ruang Publik

Jumat, 5 April 2019 10:45 Reporter : Fauzan Jamaludin
Perlu Aturan Khusus Permudah Penyelenggara Jaringan Berikan Layanan di Ruang Publik Ilustrasi operator seluler. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Teknologi XL Axiata, Yessie D. Yosetya mengatakan diperlukan aturan khusus yang mempermudah penyelenggara jaringan memberikan layanan di ruang publik.

Pernyataannya ini terkait dengan sulitnya beberapa operator seluler untuk bisa masuk ke jalur subway Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Sejauh ini baru Telkomsel dan Smartfren yang sudah menggelar jaringan di jalur tersebut.

"Menurut kami, perlu adanya aturan khusus untuk penyelenggara telekomunikasi dipermudah memberikan layanan di ruang publik," jelasnya saat acara media gathering di Banyuwangi, Kamis (4/4).

Diakuinya, pembahasan soal ini memang merupakan permasalahan Business to Business (B2B) antara operator seluler dengan pihak MRT Jakarta. Namun, yang lebih fundamental dari B2B adalah daerah tersebut merupakan ruang publik. Sehingga sepatutnya tidak dijadikan sebagai alat komersialisasi.

"Ini hal yang sangat penting dan serius. Kenapa? Walaupun awalnya B2B, tetapi sebetulnya yang fundamental itu adalah ruang publik," ungkap Yessie.

Masalah ini muncul saat operator seluler diwajibkan menyewa untuk tempat-tempat sepanjang jalur MRT. Termasuk juga di jalur bawah tanah. Para operator diminta mengeluarkan duit sebesar Rp 600 juta per bulan untuk sewa.

Chris Kanter, President Director & CEO Indosat Ooredoo mengatakan, harga sewa yang diminta itu keterlaluan mahalnya. Sementara, tempat itu merupakan ruang publik. Sama-sama melakukan investasi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan ada daerah-daerah yang seharusnya menjadi ruang publik. Tidak terlalu dikomersialkan. Sebab, untuk berjaga-jaga ketika sesuatu terjadi seperti menyiapkan tombol panic button.

"Apa yang disebut ruang publik? Itu yang betul-betul di mana dibutuhkan adanya sinyal di sana selain komersial. Kalau di luar itu, silakanlah saja. Untuk safety misalnya, harus ada panic button. Jadi jangan dicampur aduk komersial dan non komersial. Filosofinya begitu," terangnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. XL Axiata
  3. XL
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini