Penjelasan Ilmiah Soal Kisah Viral 'Bus Hantu', Cuma Halusinasi?

Senin, 24 Juni 2019 12:36 Reporter : Indra Cahya
Penjelasan Ilmiah Soal Kisah Viral 'Bus Hantu', Cuma Halusinasi? Bus Hantu Cikampek Bandung. ©2019 Brilio / instagram.com/hebosto

Merdeka.com - Beberapa waktu belakangan ini, ramai sebuah kisah viral dari seorang pengguna Instagram bernama Hebbie Agus Kurnia, yang menceritakan kisah hantu lewat akunnya yakni @hebosto.

Lewat InstaStory, sang pengguna Instagram ini membeberkan pengalamannya menumpangi apa yang populer di internet disebut 'bus hantu.'

Singkatnya kisah yang juga ia ceritakan di platform blog Medium ini, ia menaiki bus Cikampek-Bandung, di mana jadwal tiba bus di kota-kota transit ia rasa janggal, keanehan penumpang, serta bau asing.

Ia juga sempat memotret keadaan bus, di mana dalam hasil foto. Ternyata bus kosong. Padahal, ia sempat bertanya-tanya pada penumpang lain namun tidak ada tanggapan, yang mana penumpang tersebut memang tak pernah ada.

Nah, berbekal deretan teori sains soal keberadaan hantu, mari kita telaah kisah bus hantu yang viral ini dari aspek ilmiah.

Sebagai catatan, ilmu pengetahuan menolak adanya hantu, dan deretan kisah hantu selalu ditabrakkan dengan berbagai teori ilmiah yang menjelaskan bahwa hantu itu tidak ada. Para ilmuwan pun menyebut bahwa praktik perburuan hantu adalah sebuah pseudosains dan hal yang sia-sia. Tertarik? Berikut ulasannya.

1 dari 5 halaman

Gelombang Elektromagnetik

Salah satu teori populer soal keberadaan hantu adalah soal ladang elektromagnetik. Karena dampak langsungnya ke otak, ladang elektromagnetik selalu jadi teori yang dikaitkan dengan keberadaan hantu. Hal inilah yang mempengaruhi persepsi manusia tentang adanya hantu.

Menurut penelitian, adanya pola aktivitas aneh di otak yang disebabkan adanya ladang elektromagnetik tersebut, membuat seseorang merasa ada hantu di dekatnya. Hal ini dikarenakan jika seseorang diterpa ladang magnetik yang lemah selama 15 hingga 30 menit, seseorang akan memiliki persepsi bahwa ada kehadiran yang tak terlihat di ruangan tempat dia berada.

Hal ini bisa dikaitkan dengan kondisi bus tempat korban berada. Kemungkinan terdapat sumber gelombang elektromagnetik di sana, yang membuat persepsi penumpang jadi 'halusinatif.' Gelombang elektromagnetik sendiri bisa berasal dari osilasi listrik, serta sinar matahari yang dalam suatu kondisi menghasilkan infra merah, di mana infra merah sendiri adalah sebuah radiasi elektromagnetik.

Hal ini sedikit membuktikan bahwa hantu sebenarnya hanyalah persepsi otak kita yang agak 'kacau' karena faktor luar. Telah banyak penelitian yang membuktikan lebih lanjut bahwa di berbagai lingkungan yang punya reputasi berhantu, biasanya memiliki ladang magnetik yang tak lazim.

2 dari 5 halaman

Suara Infra atau Infrasound

Jika teori ladang elektromagnetik dirasa kurang masuk akal untuk terjadi di bus, teori yang satu ini adalah sesuatu yang cukup masuk akal untuk terjadi di sebuah kendaraan, terlebih lagi bus yang dideskripsikan sudah cukup tua. Ialah infrasound.

Infrasound adalah suara dengan frekuensi yang sangat rendah, hingga manusia tak akan bisa mendengarnya. Beberapa binatang seperti gajah, bisa mendengar jenis suara semacam ini. Suara semacam ini ternyata mampu dibuktikan secara ilmiah dapat membuat seseorang tak nyaman secara fisiologis.

Sebuah studi ilmiah pernah meneliti tentang dampak suara turbin angin serta suara lalu lintas di sebuah pemukiman. Suara dengan frekuensi yang sangat rendah ini ternyata dapat menyebabkan disorientasi, perasaan panik, perubahan denyut jantung dan tekanan darah, serta perasaan ditakuti oleh hantu.

Sebuah jurnal ilmiah berjudul 'Natural Causes of Hauntings' meneliti tentang sebuah ruangan yang dilaporkan berhantu. Setelah berbagai penelitian, ternyata penyebab utama ruangan tersebut 'terasa' berhantu adalah adanya sebuah kipas angin yang mengeluarkan 'suara tak terdengar' yang menyebabkan adanya efek 'angker.'

Gelombang suaranya yang hanya 19 Hz tak akan terdengar telinga kita, namun efeknya bisa membuat otak kita kacau.

Dalam konteks bus, tentu banyak sekali sumber suara infra yang bisa muncul. Dalam sebuah penelitian yang dihelat Gabriel Nowacki, Izabella Mitraszewska, Tomasz Kaminski, Andrzej Wierzejski, soal suara infra di kendaraan, ternyata banyak sekali aspek yang menghasilkan suara infra di kendaraan yang sedang melaju. Mulai dari kecepatan, jendela mana yang terbuka, serta kondisi permukaan jalan.

Terlebih lagi, hasil penelitian berkonklusi bahwa hampir semua kendaraan bermotor memiliki suara infra yang tinggi, terutama di bus.

3 dari 5 halaman

Jamur

Jamur mungkin Anda asumsikan hal yang tidak terlalu berdekatan ranahnya dengan hantu. Namun menimbang pernyataan korban jika ia berada dalam bus yang dideskripsikan sebagai bus tua, keberadaan jamur sedikit banyak harus diikutkan.

Seperti yang kita tahu, pertumbuhan jamur sangat mudah terjadi di tempat-tempat yang lembap. Bus tua tentu bisa jadi tempat yang cukup lembap sehingga bisa ditumbuhi jamur.

Hubungannya dengan hantu?

Seorang profesor dari Clarkson University bernama Shane Rogers meneliti pertumbuhan jamur dan adanya aktivitas mistis di dekatnya. Menurut penelitiannya, beberapa jenis jamur bisa menyebabkan gejala yang cukup 'angker', yakni ketakutan tak jelas dan tak bisanya memproses informasi dengan benar.

Dalam pengumpulan datanya pun, beberapa jamur tertentu tumbuh di beberapa tempat angker yang dikabarkan berhantu. Sang peneliti menjelaskan secara sederhana bahwa jamur merilis gas-gas tertentu yang jika terhirup bisa langsung berdampak pada otak kita. Terutama, kita juga bisa jadi kalah 'berebut' oksigen sehingga laju oksigen ke otak kita terganggu dan terjadi proses halusinasi.

Hal ini juga menjelaskan bau anyir yang mungkin juga dihasilkan oleh keberadaan jamur dan higienitas bus yang mungkin kurang terjaga.

4 dari 5 halaman

Karbon Monoksida

Menurut sebuah jurnal medis yang dipublikasikan di American Journal of Ophtalmology, salah satu penyebab suatu area jadi berhantu adalah karbon monoksida. Gas ini sangat lekat keberadaannya di kendaraan. Terlebih jika kendaraan ini adalah bus diesel tua.

Dalam jurnal tersebut, dikisahkan sebuah cerita unik di mana sebuah keluarga yang pindah ke sebuah rumah tua yang mengalami fenomena aneh yang terkait hal mistis. Keluarga tersebut mendengar suara-suara aneh di malam hari, mendenar suara perabot rumah tangga yang tergeser secara tiba-tiba, dan mendengar ada kehadiran orang lain di rumah tersebut yang diduga hantu. Mereka bahkan merasa dibekap oleh hantu di tempat tidur dan tak bisa melawan.

Namun setelah diteliti, hal ini hanya disebabkan oleh perapian yang rusak, dan perapian tersebut mengisi seluruh rumah dengan karbon monoksida. Ternyata karbon monoksida tersebut membuat seisi rumah berhalusinasi secara liar. Peristiwa hantu ini hilang seketika perapian diperbaiki.

Jika dikaitkan dengan soal bus, bisa jadi mesin bus kurang terawat sehingga level karbon monoksida yang dihasilkan mesin sedikit lebih tinggi ketimbang kendaraan biasa. Terlebih lagi kondisi bus sering dipakai, kosong, dan melaju kencang. Hal ini tak akan terhindarkan.

5 dari 5 halaman

Umat Manusia Memang Percaya Hantu

Salah satu teori soal hantu yang paling menjelaskan soal keberadaan hantu adalah teori yang satu ini.

Dalam sebuah studi ilmiah yang dihelat tim psikolog dari Universitas London, kita akan merasa hal-hal mistis sesederhana kita percaya hal tersebut ada.

Terlebih lagi hal mistis tersebut diperkuat argumen dari orang lain. Menurut penulis studi ini, Christopher French, jika seseorang secara percaya diri menyatakan bahwa dia melihat hantu, secara psikologis otak pendengarnya akan merasionalkan informasi tersebut, dan pada akhirnya akan percaya bahwa mereka juga melihat hantu.

Hal ini senada dengan kisah bus hantu. Sang korban percaya bahwa dirinya melihat hantu, dan berusaha melogiskan diri bahwa ia memang melihatnya. Selain itu, dari poin elektomagnetik, suara infra, jamur, dan karbon monoksida di atas, tentu hal ini akan terjadi makin nyata.

Selain itu, berdasar penelitian yang sama, manusia secara kultur didesain untuk memang percaya hantu. Hal ini dikarenakan gagasan tentang kematian itu terlalu 'gelap' untuk dipercaya oleh masyarakat. Oleh karena itu berbagai budaya selalu punya versi tentang kehidupan setelah meninggal. Jadi secara psikologis, seseorang akan cenderung mempercayai hantu ketimbang menolaknya.

Hal ini diperkuat dengan dibaginya kisah ini di media sosial sampai akhirnya viral, dan sebagian besar percaya kisah ini dan menganggapnya nyata.

[idc]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini