Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Tertawa di Atas Penderitaan Orang Lain

Minggu, 24 Mei 2020 12:00 Reporter : Indra Cahya
Penjelasan Ilmiah Mengapa Kita Tertawa di Atas Penderitaan Orang Lain manfaat tertawa. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tak bisa dimungkiri terkadang kita senang ketika ada orang lain susah. Memang ada rasa empati ataupun simpati terhadap mereka yang terkena sial. Namun seringkali ada rasa di dalam hati yang lega ataupun justru senang ketika orang lain merasa susah.

Di Indonesia hal ini memiliki ungkapan yakni menari di atas penderitaan orang lain. Hal inipun wajar dialami manusia, bahkan telah masuk ranah sains. Dalam ilmu pengetahuan, fenomena ini disebut schadenfreude. Istilah ini merupakan serapan dari bahasa Jerman: Schaden berarti membahayakan dan Freude berarti kesenangan.

"Jika seseorang menikmati ketidakberuntungan orang lain, berarti ada sesuatu dalam ketidakberuntungan tersebut yang baik bagi dirinya," ungkap Wilco W. van Dijk, Profesor Psikologi di Leiden University Belanda.

Schadenfreude sudah diteliti oleh para ilmuwan selama lebih dari dua dekade, dan merupakan ranah baru dari Psikologi dibanding ranah lainnya. Meski demikian sudah banyak studi yang meneliti fenomena.

Melansir Medical Daily, studi yang dihelat ilmuwan dari Ursinus College di Pennsylvania AS, menyebut bahwa kecemburuan adalah salah satu pelatuk dari munculnya perasaan schadenfreude.

"Ketika Anda depresi, dan Anda merasa tidak mampu, kesuksesan orang lain jadi sulit untuk dilihat karena kita akan membandingkannya dengan diri kita dan kita merasa buruk," ungkap Catherine Chambliss, ilmuwan psikologi dan neurosains di Ursinus College.

Pembahasan soal schadenfreude sendiri makin diperkuat oleh studi yang dihelat profesor psikologi dari University of Haifa yakni Simone G. Shamay-Tsoory. Dalam studinya, anak umur dua tahun pun terdeteksi mengalami schadenfreude ketika sesuatu yang tidak adil menimpanya. Meski dipercaya bahwa emosi anak belum berkembang sempurna hingga umur tujuh tahun, namun terbukti kalau anak umur dua tahun pun akan tertawa di atas penderitaan orang lain.

Baca Selanjutnya: Cenderung Psikopat?...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini