Penjelasan ilmiah akan 'hujan petir' ketika Gunung Kelud erupsi

Jumat, 14 Februari 2014 03:44 Reporter : Dwi Andi Susanto
Penjelasan ilmiah akan 'hujan petir' ketika Gunung Kelud erupsi Gunung Kelud meletus © Facebook.com/agung.i.lop

Merdeka.com - Gunung Kelud sudah melelehkan lavanya dengan taburan kerikil serta abu vulkanik yang menghujami beberapa daerah khususnya yang berada di radius 10-25 km.

Namun, sebelum erupsi terjadi, sekitar pukul 22:55 WIB (13/02), di langit terlihat banyak sekali petir menyambar dengan suara guntur. Secara ilmiah, petir tersebut dalam bahasa inggris dinamakan dirty thunderstorm atau juga volcanic lightning.

Mengutip dari tulisan di Wikipedia, dirty thunderstorm atau juga volcanic lightning ini merupakan fenomena cuaca yang terjadi ketika aktivitas gunung mulai meningkat dan akhirnya memunculkan petir.

Dalam sebuah penelitian ilmiah, dirty thunderstorm atau juga volcanic lightning terjadi karena muatan listrik yang dihasilkan itu terjadi ketika fragmen batuan, abu vulkanik dan partikel es bertabrakan dan menghasilkan listrik statis.

Pada umumnya, terdapat sekitar 300 kali petir yang muncul ketika gunung berapi mulai menunjukkan aktivitasnya. Erupsi gunung berapi juga melepaskan sejumlah air yang berfungsi sebagai 'bahan bakar' badai petir tersebut.

"Selama erupsi terjadi, akan ada banyak petir besar dan kecil serta bunga api yang muncul dan terlihat seperti membelah kawah gunung berapi," jelas Ronald J Thomas, seorang fisikawan atmosfer dari New Mexico Tech. [das]

Baca juga:
Gunung Kelud meletus, ada suara dentuman di Gunung Merapi
Sejarah letusan Gunung Kelud dari masa ke masa
Kapolres terobos hujan batu, pimpin evakuasi di radius 10 Km
Legenda Gunung Kelud dan kisah pengkhianatan cinta Dewi Kilisuci
Tahun 1965, Gunung Kelud juga meletus pada Jumat Wage

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini