Pengguna Smartphone Terjangkau Rentan Malware Dari Aplikasi Preinstal

Jumat, 31 Juli 2020 21:09 Reporter : Indra Cahya
Pengguna Smartphone Terjangkau Rentan Malware Dari Aplikasi Preinstal ilustrasi Smartphone. ©2017 mashable.com

Merdeka.com - Tak hanya desktop, perangkat mobile seperti smartphone juga banyak jadi target serangan siber.

Berdasarkan survei Kaspersky yang dimuat Tekno Liputan6.com, 14,8 persen penggunanya telah menjadi target malware atau adware pada tahun 2019 yang menginfeksi partisi sistem.

Infeksi partisi sistem ini menyebabkan file berbahaya tidak dapat dihapus. Tak hanya itu, di smartphone, aplikasi bawaan yang sifatnya prainstal juga turut berperan.

Risiko aplikasi tidak dapat dihapus bervariasi dari satu hingga lima persen terdapat di smartphone murah dan bisa meningkat hingga 27 persen dalam kasus ekstrem.

Dalam beberapa kasus, modul adware sudah diinstal sebelum pengguna menerima smartphone mereka. Hal ini pun dapat membahayakan pengguna.

Salah satunya karena banyak smartphone yang memiliki fungsi menyediakan akses jarak jauh ke perangkat dan disalahgunakan. Data pengguna yang ada di smartphone pun bisa jatuh ke pihak lain.

Mengenai hal ini, Kaspersky menyebut, beberapa vendor secara terbuka mengakui menanamkan adware di smartphone mereka. Sebagian mengaku, mengizinkan pengguna untuk menonaktifkan aplikasi tersebut.

Sementara lainnya tak mengizinkan pengguna menonaktifkan aplikasi tersebut karena menganggapnya sebagai bagian dari model bisnis, guna mengurangi biaya produksi.

Pengguna pun hanya bisa memilih untuk membeli smartphone dengan harga murah, tetapi dengan iklan seumur hidup.

1 dari 1 halaman

Tingkat Kerentanan dan Tips

"Analisis kami menunjukkan, pengguna smartphone tak hanya diserang adware tetapi perangkat mereka berisiko, sebelum sampai di tangan," kata Peneliti Keamanan Kaspersky, Igor Golovin.

Lebih lanjut, Golovin menyebut, pelanggan tidak sadar akan hal ini.

"Beberapa vendor seluler fokus memaksimalkan keuntungan dengan adware di perangkat. Padahal alat tersebut bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pemilik smartphone," katanya.

Untuk itu, Golovin menyarankan pengguna melihat terlebih dahulu mode smartphone yang ingin mereka beli dan memperhitungkan risiko ini.

Untuk menghindari risiko yang ditimbulkan adware di smartphone, berikut tips dari Kaspersky:

  1. Periksa ulasan pengguna sebelum membeli smartphone
  2. Jika perangkat terinfeksi, periksa update firmware atau coba memasang firmware alternatif.
  3. Pakai solusi keamanan untuk smartphone, misalnya Kaspersky Internet Security for Android untuk membantu mendeteksi ancaman adware.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani [idc]

Baca juga:
Xiaomi Uji Fitur Astrophotography Mirip Pixel 4 Untuk MIUI 12
Apple Mulai Rakit iPhone di India
Fast Charging Terbaru Qualcomm Klaim 5 Menit Dapat Cas 50 Persen
Google Dilaporkan Ajak Samsung Gantikan Bixby Dengan Assistant
Smartphone Xiaomi Bisa Direparasi Resmi Hanya Satu Jam!
Ini Lima Perangkat yang Akan Dirilis Samsung di Gelaran Unpacked 5 Agustus
Legion Phone Resmi Diperkenalkan, Smartphone Gaming Dengan Prosesor Tercanggih

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Smartphone
  3. Malware
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini