Pengguna Internet Indonesia Mencapai 171,17 Juta di Tahun 2018

Kamis, 16 Mei 2019 04:31 Reporter : Fauzan Jamaludin
Pengguna Internet Indonesia Mencapai 171,17 Juta di Tahun 2018 ilustrasi internet. © lynn-library.libguides.com

Merdeka.com - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil survei penetrasi dan perilaku pengguna internet tahun 2018. Dalam hasil survei itu menunjukkan angka kenaikan lebih dari 10,12 persen dibandingkan tahun 2017. Di tahun 2018 ini, APJII mencatat jumlah pengguna internet mencapai 171,17 juta jiwa dari 264,16 juta penduduk Indonesia. Sementara di tahun 2017, pengguna internet di Indonesia berjumlah 143.26 juta.

"Jadi penetrasi internet di Indonesia tahun 2018 mencapai 64.8 persen dari total penduduk atau 171,17 juta pengguna. Itu secara overall ya," ujar Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono saat ditemui awak media usai pemaparan hasil survei internet di Hotel Ayana MidPlaza, Jakarta, Rabu (15/5).

Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia ini, kata Henri, tak lepas dari usaha pelaku usaha di bidang internet di Indonesia untuk membangun infrastruktur. Misalnya saja, anggota APJII mulai dari perusahaan besar hingga kecil.

Berdasarkan hasil survei tersebut, disebutkan bahwa pulau Jawa masih memegang peranan penting sebagai penyokong kontribusi jumlah pengguna internet di Indonesia. Pulau Jawa memegang kontribusi sebesar 55 persen.

Kemudian di urutan kedua, dengan kontribusi 21 persen diduduki oleh pulau Sumatera. Di posisi yang ketiga, Sulawesi Maluku-Papua dengan 10 persen. Lalu, Kalimantan menyumbang andil 9 persen dan yang terakhir adalah Bali & Nusa Tenggara kontribusi 5 persen.

Menariknya, APJII juga membagi kontribusi pengguna internet per provinsi. Survei tersebut menyebutkan untuk pulau Jawa, Jawa Barat merupakan provinsi dengan penetrasi internet tertinggi di bandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nilai kontribusinya sebesar 16,6 persen.

Untuk Sumatera, provinsi Sumatera Utara menyumbang kontribusi 6,3 persen dibandingkan dengan provinsi lain di seluruh Sumatera. Kemudian, provinsi Kalimantan Barat memegang andil paling besar dengan kontribusi 2,1 persen. Lalu, untuk daerah Sulawesi Maluku-Papua, provinsi Sulawesi Selatan punya andil 3,7 persen menyumbang paling besar dibandingkan wilayah tersebut.

Menurut Henri, peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia ini akan terus meningkat hingga tahun-tahun berikutnya. Seperti halnya dari tahun 2017 dan 2018. Di tahun mendatang, APJII berencana memotret pengguna internet lebih detail hingga masuk per kabupaten.

"Setelah ini selesai, APJII berencana akan melakukan audiensi ke setiap Gubernur. Ini bertujuan supaya jajaran pemerintah provinsi memiliki gambaran tentang jumlah pengguna internet di wilayahnya," ungkap Henri.

Survei pengguna internet yang dilakukan APJII ini, menggunakan 5.900 sampel dengan margin of error 1,28 persen. Untuk pengumpulan data dilakukan wawancara dengan bantuan kuisioner. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling multistage random sampling.

Survei ini dilakukan mulai 9 Maret hingga 14 April 2019. Namun kata pihak APJII, data sampel yang diwawancarai merupakan pengguna yang sudah menggunakan internet lebih dari 4 bulan sebelum dilakukan pendataan di lapangan. Di survei ini, APJII bekerja sama dengan lembaga riset Polling Indonesia. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Internet
  2. APJII
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini