Pengemudi mogok kerja dan ajukan 9 tuntutan, begini kata Grab

Jumat, 16 Desember 2016 14:39 Reporter : Fauzan Jamaludin
Pengemudi mogok kerja dan ajukan 9 tuntutan, begini kata Grab Grab Bike. © twitter.com/GrabID

Merdeka.com - Pengemudi Grab hari ini Jumat (16/12), ramai-ramai melakukan mogok kerja. Mereka menuntut manajemen Grab memperbaiki aturan yang diberlakukan. Ada sembilan tuntutan yang telah diajukan oleh para pengemudi Grab.

Sembilan tuntutan itu di antaranya: Aktualisasi legalistas kemitraan, Penyesuaian tarif Rp 2.500 < 8km, Updating Google Map Realtime, Transparansi Distribusi keuangan dengan langsung masuk ke topup/Rekening, Moratorium Penerimaan Driver Baru, Revisi Kode Etik, Amnesti user Fake Gps dan toleransi 3x, Hotline 24 jam untuk Lakalantas, dan Grab lebih berperan aktif di daerah rawan konflik.

Melihat hal itu, manajemen Grab pun angkat suara. Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar mengatakan, akan mengkaji permintaan dari para pengemudi Grab. Namun sejauh ini, kata dia, Grab selalu membantu para pengemudi untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan.

"Kami menghargai kerja keras para mitra pengemudi yang senantiasa menjunjung tinggi standar layanan Grab. Kami selalu terbuka terhadap umpan balik dan masukan dari para mitra pengemudi. Kami berterima kasih atas masukan konstruktif yang menunjukkan rasa kepemilikan dan dukungan dari mitra pengemudi terhadap Grab," katanya kepada Merdeka.com, Jumat (16/12).

Dikatakan Mediko, Grab pun sudah melakukan serangkaian inisiatif khusus guna mengurangi biaya operasional pengemudi dan memastikan kesejahteraannya. Sebagai contoh, inisiatif tersebut termasuk skema pembiayaan kendaraan bermotor berbunga rendah, diskon khusus biaya pemeliharaan kendaraan, dan perlindungan asuransi kecelakaan gratis.

"Dalam waktu dekat kami akan kembali mengadakan dialog dengan mitra pengemudi dan bersama mereka melanjutkan upaya perwujudan misi-misi kami, termasuk meningkatkan taraf hidup pihak-pihak yang bersentuhan dengan bisnis Grab, baik itu penumpang, pengemudi, pemerintah maupun masyarakat luas," terangnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. GrabBike
  2. GrabCar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini