Peneliti Jerman ini temukan cara untuk bajak grup WhatsApp

Jumat, 12 Januari 2018 14:11 Reporter : Indra Cahya
Ilustrasi WhatsApp. © Deccan Chronicle

Merdeka.com - WhatsApp adalah salah satu aplikasi messaging paling populer, dan dilengkapi dengan enkripsi end-to-end yang tak akan membuat sebuah chat tak akan bisa diakses pihak lain selain dua belah pihak yang saling chat.

Namun seorang kriptografer asal Jerman menemukan cara untuk menyusup ke chat WhatsApp yang berupa grup. Fitur group chat sendiri juga diproteksi dengan enkripsi end-to-end.

Mengutip The Verge dan Wired, sang peneliti mengumumkan temuannya tersebut di konferensi Real World Crypto di Swiss.

Menurut penemu, pembajakan ini bisa dilakukan oleh siapapun, asal ia memegang kontrol server dari WhatsApp. Jadi enkripsi end-to-end ini hanya bisa bobol oleh pemegang server, yang bisa mengambil alih perang 'admin' di grup tersebut.

Meski hal ini dianggap sebuah cacat keamanan yang cukup besar, kontrol server adalah posisi yang tak main-main untuk diretas. Yang mampu memegang kontrol server adalah staff dari WhatsApp sendiri, pemerintah yang memiliki akses secara legal, serta hacker papan atas jika mereka mampu membobolnya.

Mengenai kasus ini, salah satu pegawai Facebook (orang tua perusahaan WhatsApp) yang merupakan kepala bidang keamanan, Alex Stamos, menyebut bahwa tidak ada cara rahasia untuk membobol WhatsApp. Stamos juga berargumen bahwa jika ada yang bergabung dalam sebuah grup WhatsApp, notifikasi akan muncul. Jadi jikalau pun hacker bisa meretas server, ia tetap tak bisa mengakses isi chat di grup tersebut kecuali dia memasukkan diri ke grup. [idc]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini