KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Peneliti akan bangun roket untuk hadapi serangan meteor

Senin, 25 Februari 2013 16:25 Reporter : Alvin Nouval
meteor jatuh. shutterstock

Merdeka.com - Ledakan meteor di Rusia beberapa minggu lalu benar-benar mengubah fokus dunia tentang benda luar angkasa ini. Hal tersebut pun membuat para ahli untuk berlomba menemukan cara menjauhkan sumber ancaman tersebut.

Seperti yang dilansir oleh Washington Post (25/2), para peneliti dari Laboratorium Fisika Terapan di Johns Hopkins University sedang mempersiapkan proyek yang rencananya akan memakan waktu selama satu dekade ini. Tidak tanggung-tanggung, proyek jangka panjang ini pun juga akan menghabiskan dana sekitar USD 350 juta atau setara dengan Rp 3,36 triliun.

Dengan dana dan waktu yang begitu besar, para peneliti berencana membangun sebuah roket yang ditembakkan ke arah asteroid Didymos ketika mendekati bumi. Dengan begitu, Didymos akan menjadi satu-satunya asteroid yang hancur akibat campur tangan manusia.

Para peneliti sendiri meyakini dengan menembak benda angkasa tersebut, selain akan memberikan perlindungan bagi bumi, juga akan membuktikan beberapa aspek sains. "Ada aspek sains dan keamanan planet yang berhubungan dengannya," kata Andy Cheng, kepala peneliti dari laurel.

Konsep ini sebenarnya sudah disepakati oleh NASA dan European Space Agency (ESA). Bersama-sama, kedua badan ini akan membangun proyek tersebut mulai Mei mendatang.

Rencana pertahanan atas asteroid sendiri sudah sejak lama berembus di kalangan pakar astronomi sendiri. Mulai dari mantan astronot, ahli astronomi, dan hobiis amatir pun sudah menaruh perhatiannya terlebih ketika ledakan meteor di Chelyabinsk terjadi. [nvl]

Topik berita Terkait:
  1. Meteor Jatuh
  2. Roket

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.