Pendapatan kotor iklan TV RCTI sentuh Rp 4,765 triliun

Kamis, 2 Juli 2015 12:24 Reporter : Fauzan Jamaludin
Ilustrasi menonton televisi. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/Dmitriy Karelin

Merdeka.com - Merujuk pada data badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 sebesar 4,71 persen, melambat dibanding pertumbuhan ekonomi pada periode sama tahun lalu yang mencapai 5,14 persen. Ini artinya semua industri di Indonesia sedang mengalami masa lesu.

Menariknya, berdasarkan data dari Adstensity, belanja iklan di televisi pada Semester pertama 2015 mencapai Rp 32,919 Triliun (T), hal yang berbanding terbalik dari data BPS. Angka ini diperoleh dari pendapatan kotor yang diterima oleh 13 stasiun tv nasional pada Semester I ini.

Nilai sekitar Rp 33 T tersebut, tentu saja menjadi tanda tanya besar. Sebab, menurut data PPPI pendapatan di tahun 2014 saja dari televisi mencapai Rp 150 T. Artinya, minimal pendapatan tahun ini mestinya setengahnya. Memang, angka Rp 33 T tersebut hanya di 13 televisi nasional, namun hal itu diyakini sudah lebih dari 80 persen pangsa pasar.

"Persaingan antar kelompok televisi masih seru meski ekonomi melambat, tapi turunnya Trans grup dari sisi pendapatan mengejutkan. Di sini perlunya talent-talent dalam mengendalikan industry kreatif," kata Sapto Anggoro, selaku direktur PT. Sigi Kaca Pariwara, pengembang platform riset Ad Adstensity.

Dari 13 Stasiun tv nasional yang di data Adstensity, RCTI tercatat sebagai stasiun TV dengan pendapatan kotor tertinggi hingga mencapai Rp 4,765 T. Berikutnya adalah SCTV dengan pendapatan mencapai Rp 4,731 T. Nomor tiga adalah MNC TV dengan pendapatan mencapai Rp 3,843 T. Sedangkan pendapatan terendah diperoleh TVRI dengan raihan angka Rp 12,005 M.

Dari sisi sebaran pendapatan, tidak ada salah satu stasiun tv yang dominan. RCTI, meskipun memperoleh pendapatan kotor tertinggi, penguasaan pendapatannya hanya mencapai 15 persen.

Sementara itu, SCTV dan MNC TV masing-masing menguasai 14 persen dan 12 persen. Namun secara kelompok konglomerasi bisnis televisi, grup MNC (RCTI, Global TV, MNC TV) menguasai pangsa pasar sampai 35 persen, Grup Emtek (SCTV, Indosiar) menguasai 25%. Sementara Trans Corp yang tahun-tahun sebelumnya berjaya, semester I 2015 ini terpuruk hanya mendapatkan 8 persen pangsa pasar. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Teknologi
  2. Televisi
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini