Pemerintah Jepang Putuskan Kebijakan Untuk 'Meretas' Gadget Warganya

Jumat, 8 Februari 2019 12:00 Reporter : Indra Cahya
Pemerintah Jepang Putuskan Kebijakan Untuk 'Meretas' Gadget Warganya Ilustrasi Hacker. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Sudah lazim jika sesuatu yang unik dan aneh terjadi di negeri Sakura Jepang. Namun kali ini, situasi benar-benar aneh karena Pemerintah Jepang mengumumkan kalau mereka akan meretas perangkat Anda.

Melansir Tech Radar, Pemerintah Jepang telah menyetujui undang-undang yang memungkinkan mereka melalui agen spesialisnya untuk meretas gadget atau perangkat cerdas warganya yang tak terproteksi. Peretasan ini akan dilakukan oleh Institut Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (NICT) Jepang, di bawah pengawasan Departemen Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang.

Pemerintah akan memulai peretasan dengan menggunakan kata sandi standar yang terdaftar di kamus password yang paling banyak dipakai. Jika seorang warga Jepang menggunakan password yang tak terlalu kuat, kemungkinan besar datanya bisa 'diintip' oleh Pemerintah.

Meski demikian, Pemerintah melalui hacker-hackernya yang bekerja, akan memberi tahu pengguna jika password dan proteksi mereka terlalu lemah sehingga bisa diamankan lebih lanjut.

Hal ini sebenarnya dilakukan Pemerintah Jepang untuk memastikan hacker jahat tidak bisa menyusup ke infrastruktur Pemerintahan. Hal ini mengingat Tokyo akan menghelat Olimpiade Musim Panas tahun 2020 mendatang.

Pemerintah Jepang terkesan paranoid seperti ini karena peretasan dan penyebaran virus yang dilakukan hacker Rusia terjadi di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang Korea Selatan pada 2018 lalu, bahkan sebelum pertandingan dimulai.

Bagaimana menurut Anda? [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Aksi Hacker
  2. Jepang
  3. Olimpiade
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini