Pemerintah AS Kembali Perpanjang Larangan Bisnis Dengan Huawei

Selasa, 19 Mei 2020 15:09 Reporter : Indra Cahya
Pemerintah AS Kembali Perpanjang Larangan Bisnis Dengan Huawei Huawei P40 Pro. ©2020 Huawei

Merdeka.com - Kembalinya layanan Google (GMS) di perangkat besutan Huawei baru-baru ini, ternyata masih membutuhkan waktu. Itu setidaknya hingga satu tahun ke depan.

Hal ini dikarenakan, pemerintah Amerika Serikat telah memutuskan perpanjangan pelarangan berbisnis dengan sejumlah perusahaan, termasuk Huawei.

Dikutip dari GSM Arena via Tekno Liputan6.com, perpanjangan pelarangan ini dilakukan hingga satu tahun ke depan, tepatnya Mei 2021. Adapun perpanjangan dilakukan sebab pemerintah Amerika Serikat merasa masih ada ancaman terhadap keamanan nasional dan ekonomi dalam negeri.

Sebagai informasi, aturan ini sebelumnya dibuat pemerintah Amerika Serikat pada 2019. Keluarnya aturan ini disebut merupakan bentuk perlindungan pada layanan telekomunikasi dan informasi Amerika Serikat dari ancaman luar negeri.

Menurut Presiden Donald Trump, sejumlah perusahaan luar negeri yang bekerja sama perusahaan Amerika Serikat beresiko menyabotase komunikasi dalam negeri, hingga mengancam ekonomi digital Amerika Serikat. Selain Huawei, sebenarnya ada beberapa perusahaan lain terimbas pelarangan ini, seperti ZTE.

Perpanjangan pelarangan ini sekaligus menepis kabar yang menyebut Departemen Perdagangan Amerika Serikat akan menandatangani aturan baru untuk mengizinkan perusahaan Amerika Serikat bekerja sama lagi dengan Huawei.

Untuk diketahui, beberapa hari lalu ada kabar yang menyebut ada kemungkinan perusahaan Amerika Serikat bekerja sama kembali dengan Huawei untuk pengembangan jaringan 5G.

Hal itu dilandasi alasan Huawei merupakan salah satu pemain terbesar dalam hal teknologi telekomunikasi. Selain itu, perusahaan teknologi di AS menjadi gamang mengenai teknologi dan informasi apa saja yang boleh mereka bagikan dengan Huawei.

1 dari 1 halaman

Rancang Aturan

Menurut sumber, aturan ini masih bisa berubah, tapi pada dasarnya memungkinkan perusahaan AS untuk berpartisipasi dalam badan standar 5G, di mana Huawei juga menjadi anggota.

Draft aturan ini dalam tahap peninjauan akhir di Departemen Perdagangan. Jika sudah selesai, draft aturan menunggu persetujuan dari sejumlah pihak lain. Sayangnya, masih belum diketahui juga, berapa lama proses yang dibutuhkan.

Juru bicara Departemen Perdagangan AS dan juga juru bicara Huawei menolak untuk memberikan komentar terkait masalah ini.

"Saya tahu, Departemen Perdagangan tengah menyusun aturan tersebut. Kami mendukung, sebagai upaya menyelesaikan masalah," tutur seorang staf senior di Departemen Luar Negeri.

Sementara itu, pihak White House dan Departemen Pertahanan AS belum memberikan komentar.

"Pengaturan standar internasional penting dalam perkembangan 5G. Diskusi yang terjadi terkait dengan menyeimbangkan antara kebutuhan dengan keamanan nasional," kata seorang staf yang enggan dikutip.

Sementara itu, enam senator di AS berkirim surat ke Menteri Perdagangan AS mengenai perlunya aturan baru tersebut. Aturan ini sekaligus mengonfirmasi partisipasi AS dalam penetapan standar 5G tak dibatasi oleh daftar entitas.

"Kami sangat prihatin tentang risiko posisi kepemimpinan AS dalam teknologi 5G karena kurangnya partisipasi pemerintah pada penentuan standar 5G," demikian bunyi surat tersebut.

5G sendiri dianggap sebagai masa depan. Teknologi jaringan generasi kelima ini bakal membantu produktivitas, mulai dari transmisi video berkecepatan tinggi hingga teknologi otonomos pada kendaraan hingga industri.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar [idc]

Baca juga:
Aliansi dengan 18 Pabrikan, Huawei Percepat Teknologi 5G di Industri Otomotif
Huawei Gandeng XL Bundling MatePad Pro
Gandeng Erajaya, Huawei Rilis Produk Laptop Perdananya di Pasar Indonesia
Rilis Laptop Premium di Indonesia, Huawei Banderol Harga Rp 30 Juta
Ini Cara Huawei Untuk 'Jegal' Samsung Demi Kuasai Industri Smartphone
Smartphone Huawei Non Google Tak Dapat Fitur Pelacakan Pasien Covid-19
Huawei Ketahuan Pakai DSLR Untuk Promosi Kamera P40 Pro, Lalai?

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Smartphone
  3. Huawei
  4. Google
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini