Payung Udara, konsep payung era teknologi digital

Rabu, 15 Oktober 2014 01:03 Reporter : Dwi Andi Susanto
Air Umbrella. © Kickstarter.com

Merdeka.com - Ketika berada di luar ruangan dan tiba-tiba hujan, ada beberapa pilihan yang akan diambil pada saat itu, menggunakan jas hujan, berlari berlindung, membiarkan tubuh tersiram air hujan dan yang terakhir adalah menggunakan payung.

Khususnya untuk payung, mulai dari diciptakan sampai sekarang, benda yang disebut payung tersebut menggunakan bahan yang dapat menolak atau anti-air sehingga dapat melindungi penggunanya dari guyuran hujan. Bagaimana apabila bahan sejenis parasut yang digunakan di payung itu diganti dengan udara? Aneh? Tentu tidak.


Dikutip dari Mashable (14/10), sebuah proyek kickstarter berupa payung yang menggunakan udara sebagai pengganti parasut pada payung pada umumnya bernama Air Umbrella atau Payung Udara ini merupakan besutan dari para pengembang dari Nanjing University of Aeronautics and Astronautics, China.

Sayangnya, perangkat elektronik satu ini menggunakan baterai yang mampu bertahan sampai dengan 30 menit saja. Para pengembangnya pun masih akan terus memperbaiki segala hal sekaligus mengembangkannya lebih baik lagi. [das]

Topik berita Terkait:
  1. Kickstarter
  2. Teknologi
  3. Musim Hujan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini