Pasar smartphone di China didominasi brand-brand lokal

Kamis, 7 Desember 2017 14:47 Reporter : Fauzan Jamaludin
Pasar smartphone di China didominasi brand-brand lokal Smartphone China. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Persaingan ketat bisnis smartphone di China, ternyata semakin menarik. Uniknya adalah kebanyakan brand-brand dalam negeri justru mendominasi pasar di sana. Dilaporkan The Verge, Rabu (6/12), pasar smartphone di negeri itu didominasi oleh lima brand, di antaranya Huawei, Xiaomi, Apple, Vivo, dan OPPO.

Laporan The Verge itu berasal dari data yang baru saja dirilis oleh Kantar Worldpanel per Oktober kemarin. Kantar Worldpanel sendiri, merupakan sebuah perusahaan riset.

Dalam laporannya itu menyebutkan bahwa kelima brand lokal itu menyumbang 91 persen dari keseluruhan pasar. Sebelumnya, di tahun lalu hanya menyumbang 79 persen. Artinya, terjadi kenaikan pangsa pasar sebanyak 2 persen di tahun ini.

Melihat dari penetrasi pasar yang begitu masif, berarti strategi yang telah dilakukan masing-masing brand cukup terbukti. Terutama melengserkan dominasi Samsung yang kerap dijuluki sebagai penguasa global smartphone. Samsung sendiri di sana kini hanya memiliki pangsa pasar sebanyak 2,2 persen. Dan kabarnya, makin memburuk.

Kembali ke soal strategi, kelima brand asli negeri China itu, memiliki cara yang bermacam-macam guna merengkuh pangsa pasarnya. OPPO dan Vivo misalnya. Kedua brand itu, memprioritaskan ke daerah-daerah pedesaan China. Mereka mendirikan jaringan toko yang besar dan menyasar ke konsumen yang mungkin belum memiliki akses ke internet.

Beda hal dengan Xiaomi. Strategi yang dilakukan Xiaomi adalah lebih menitikberatkan pada penjualan online maupun offline yang diintegrasikan. Cara tersebut rupanya membuat Xiaomi sukses di pasar China.

Selain itu, strategi yang berbeda juga dilakukan oleh Huawei. Huawei memfokuskan pada daerah China perkotaan. Menyasar ke daerah perkotaan membuat brand ini kuat di sana. Bahkan wajar bila Huawei diganjar dengan penghargaan sebagai salah satu merek terkemuka.

Setelah itu Apple. Apple memang bukanlah brand asal China. Namun, pamor Apple masih mampu membius masyarakat di sana. Di tengah persaingan itu, Apple tetap mempertahankan statusnya sebagai merek premium. Dan debutnya di iPhone X kemungkinan akan meningkatkan jumlah penjualannya pada kuartal berikutnya. Brand Apple disebutkan dalam laporan itu sebagai produk yang dicari konsumen muda China. [ega]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini