Pangkas Biaya hingga 50 Persen, AWS Tekankan Tiga Benefit Utama Teknologi Cloud

Selasa, 5 November 2019 07:02 Reporter : Fauzan Jamaludin
Pangkas Biaya hingga 50 Persen, AWS Tekankan Tiga Benefit Utama Teknologi Cloud Media Briefing Amazon Web Services. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Amazon Web Services (AWS) Indonesia menekankan tiga benefit utama bagi korporasi atau startup di Indonesia untuk bermigrasi ke teknologi cloud. Salah satu benefit yang paling dirasakan adalah dapat memangkas biaya (reduction cost) hingga 50 Persen.

Gunawan Susanto, Country Leader AWS Indonesia, mengatakan benefit pertama menggunakan teknologi cloud adalah elastisity. "Intinya, konsumen boleh menaikkan resourcenya dan membayar sesuai apa yang digunakan," jelasnya dalam media briefing di Jakarta, Senin (4/11).

Benefit kedua, lanjut dia, adalah agility. Dengan benefit itu, startup ataupun korporasi yang memiliki ide atau project atau inisiatif baru, tidak perlu membeli teknologi yang mahal. "Kan gak kebayang startup mesti beli technology machine learning. Karena itu, mereka cukup membuat eksperimen di cloud," ujarnya.

Dengan teknologi cloud, menurut Gunawan, konsumen bisa bereksperimen dengan cepat dan murah sehingga menghasilkan fitur baru yang menambah nilai kepada konsumen akhir.
Sedangkan benefit ketiga, kata Gunawan, dengan teknologi cloud, konsumen dapat membayar sesuai kebutuhan untuk menurunkan biaya (reduction cost).

"Jadi bukan lagi membeli hardware atau beli server dahulu, kalau tiba-tiba permintaan membeludak bagaimana, apa beli server lagi, kan butuh proses. Atau sebaliknya, kalau tidak ada permintaan, sementara server telah terbeli, bukankah itu mubazir," paparnya.

Menurut dia, AWS telah membantu ratusan customer di Indonesia untuk dapat bermigrasi ke teknologi cloud dan menurunkan biaya.

"Misalnya Kumparan ataupun Jawa Post dapat reduction cost hingga 50 persen. Kami di AWS akan terus membantu customer untuk optimizing cost dengan sejumlah cara antara lain storage optimizing, severless architecture, dan lainnya," ujarnya.

Gunawan menekankan AWS sangat mengutamakan kebutuhan, pengalaman, dan kepuasan customer dalam melanjutkan perjalanan digital transformasi. "AWS menjadi customer obsessed company in the world. Kami ingin menjalin kerjasama jangka panjang dengan customer," paparnya.

Dia juga kembali menjelaskan rencana AWS membuka region Jakarta yang terdiri dari tiga avaliability zone.

"Paling lambat awal 2022. Kami selalu melihat ke pasar dan ke customer, bagaimana mereka butuh AWS hadir dengan data center di Indonesia. Kami melihat peluang bisnis yang besar dan banyak customer yang meminta kami investasi di Indonesia, itulah mengapa 4 April 2019 kemarin kami umumkan AWS membuka region baru di Indonesia," ujarnya.

Donnie Prakoso, Senior Technical Evangelist AWS ASEAN, menambahkan ke depan AWS memang merencanakan membuka sejumlah region baru, antara lain Jakarta, Milan, dan Cape Town. "Dari 1 region baru, akan ada multiple avaliability zone. Nah dari avaliability zone itu, minimun ada dua data center," ujarnya.

Menurut dia, AWS telah memiliki global footprint sebagai perusahaan teknologi yang mengutamakan pengalaman customer. "Saat ini demand untuk machine learning itu sangat massif. Dan kami di AWS menyediakan sarana bagi customer untuk melakukan experiment untuk memulai inisiatif baru guna melahirkan fitur-fitur yang menjadi inovasi terbaru bagi para startup ataupun korporasi di Indonesia," jelasnya.

Donnie memaparkan ratusan korporasi dan startup di Indonesia juga menggunakan AWS. Misalnya, Amartha, perusahaan fintech peer-to-peer lending, berhasil mengurangi biaya IT hingga 20 persen dengan menggunakan AWS. Sedangkan Bhinneka, perusahaan e-commerce elektronik, dapat memangkas time-to-market hingga 50 persen dengan menggunakan AWS.

"Bhinneka menilai dengan menggunakan tools seperti AWS Lambda, mereka dapat mengakselerasi development dan merilis new applications 50 persen lebih cepat," paparnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Amazon
  2. Teknologi
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini