PANDI Tunggu Restu Pemerintah untuk Daftarkan Aksara Jawa ke Pengelola Domain Dunia

Selasa, 28 April 2020 13:35 Reporter : Syakur Usman

Kemendikbud RI atau Setneg

001 indra cahya

©2019 Merdeka.com

Wakil Ketua PANDI Bidang Pengembangan Usaha, Kerja Sama, dan Marketing Heru Nugroho menambahkan pihaknya masih mengalami kendala syarat administrasi berupa surat pernyataan pemerintah RI yang mengakui bahasa Jawa sebagai bahasa komunikasi resmi.

ICANN sebagai pengelola domain internet dunia, lanjut dia, mempertanyakan apakah bahasa Jawa digunakan oleh masyarakat Indonesia atau tidak.

“Itu (pertanyaan ICANN) dibuktikan melalui kebijakan tertulis dari pemerintah RI," tegasnya.

Pemerintah RI memiliki kebijakan soal tersebut melalui UU No 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Kemudian PP No 57 Tahun 2014 Tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia.

"Namun belum ada perincian atau penjelasan lebih jauh tentang aksara bahasa-bahasa daerah di Indonesia, salah satunya aksara Jawa serta seberapa luas penggunaannya di Indonesia," kata dia, “Jadi kami belum menemukan kebijakan yang jelas tentang daftar bahasa dan aksara daerah apa saja yang diakui resmi oleh pemerintah."

Heru mengatakan saat ini PANDI masih meraba wewenang birokrasi tersebut berada di lingkup mana.

“Saya terus terang masih gelap, apakah harus ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sekretariat Negara, atau ke mana untuk mendapatkan surat pernyataan yang dimaksud,” pungkasnya.

[sya]

Halaman

Show All
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini