PANDI Minta Peraturan Gubernur, Ridwan Kamil: Siap Dukung Digitalisasi Aksara Sunda

Sabtu, 6 Februari 2021 11:20 Reporter : Syakur Usman
PANDI Minta Peraturan Gubernur,  Ridwan Kamil: Siap Dukung Digitalisasi Aksara Sunda PANDI beraudiensi daring dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil siap mendukung kegiatan digitalisasi aksara Sunda yang sedang diupayakan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) dan komunitas pegiat aksara Sunda dan pemangku kepentingan lainnya.

Komitmen tersebut diungkapkan Gubernur Ridwan dalam audiensi daring PANDI, yang juga diikuti oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov Jawa Barat dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, kemarin (6/2).

“Dalam hal digitalisasi untuk kemajuan budaya Sunda dari konteks bahasa dan aksara, saya sangat menyambut baik. Namun, perlu juga kita pahami saya menitipkan bagaimana budaya Sunda ini bisa diterjemahkan ke dalam relevansi zaman,” ujar Gubernur Ridwan dalam keterangan resminya.

Gubernur menuturkan, Pemprov Jabar sebagai perumus dan pengambil keputusan sangat terbuka terhadap masukan, nasihat, dan ide-ide kreatif dalam memajukan budaya, bahasa, dan aksara Sunda.

Pada dasarnya, tanggung jawab pemprov adalah pengambil keputusan, sehingga dalam hal-hal tertentu tidak semua dimensi kami kuasai. Itulah alasan kami memerlukan penasihat, yakni orang-orang yang pakar di bidangnya untuk memberikan masukan agar kami bisa mengambil keputusan terbaik.

Pada tahun 2021, gubernur juga mengajak semua pemangku kepentingan saling berdiskusi, memberi masukan, dan inovasi baru agar ke depan bisa sama-sama melestarikan budaya, bahasa, dan aksara Sunda.

“Mari di 2021 ini kita konsolidasi, saling memberikan masukan, mengkritisi ya, kalau dasar peraturan daerah sudah ada. Jika implementasi masih kurang, kami mohon dinasihati seperti apa. Ada atau tidak ada pengakuan internasional, semangat pelestarian budaya ini adalah kewajiban. Kita di-rekognisi oleh lembaga internasional, itu sebuah kebanggaan. Tapi tidak menghalangi semangat kita, katakanlah masih belum berhasil, semangat melestarikan dimensi-dimensi kebudayaan adalah keharusan,” pungkas gubernur.

Pada audiensi daring ini, Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, memaparkan proses digitalisasi yang diupayakan para pihak secara bersama-sama dan perihal pendaftaran digitalisasi aksara Jawa yang ditolak oleh lembaga internet dunia (ICANN). Salah satu alasan penolakan itu adalah pengunaan aksara-aksara Jawa dianggap masih terbatas.

“Kami perlu perjuangan untuk menumbuhkan penggunaan aksara daerah ini (Sunda). Tidak hanya sebatas simbol-simbol di gedung-gedung atau upacara-upacara tertentu, tapi juga masuk dalam komunikasi,” katanya.

Menurut Yudho, dari sisi regulasi, perlu ada regulasi yang secara spesifik menyebutkan tentang penggunaan aksara daerah. Ini diperlukan untuk memperkuat bukti bahwa memang aksara tersebut diakui dan dipergunakan oleh masyarakat di Indonesia, supaya pendaftarannya di ICANN bisa berjalan mulus.

“Kami membutuhkan peraturan gubernur (pergub) yang menyebutkan secara spesifik terkait penggunaan aksara Sunda di Jawa Barat, sehingga bisa memperkuat evidence kami dalam rangka pendaftaran digitalisasi aksara Sunda. Dan Alhamdulilah pak gubernur beserta jajaran Pemprov Jabar sangat terbuka sekali dan siap melakukan konsolidasi untuk mendiskusikan hal ini ke depan," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Selebrasi Digitalisasi Aksara Sunda 21...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini