PANDI dan Koseta Siapkan Resoilnation.id, Platform e-Commerce Karya Seni Indonesia

Senin, 29 Juni 2020 09:19 Reporter : Syakur Usman
PANDI dan Koseta Siapkan Resoilnation.id, Platform e-Commerce Karya Seni Indonesia Kerja sama PANDI dengan Koperasi Seniman dan Budayawan Yogya (Koseta). ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggandeng Koperasi Seniman dan Budayawan Yogya (Koseta) untuk membangun konsep cara berjejaring yang berbasiskan teknologi. Konsep Koseta ini bertajuk “Resoilnation", upaya menuju Resolusi Seni melawan pandemi Covid-19.

Tujuan Resolusi Seni berbasis teknologi adalah satu platform payment gateway–online submission di laman www.Resoilnation.id.

Pandemi virus corona di Indonesia berdampak sangat besar pada semua profesi pekerjaan, termasuk seniman. Sektor industri kreatif termasuk pekerja seni juga terdampak besar. Berbagai rencana yang telah tersusun terpaksa dibatalkan.

Yudho Giri Sucahyo, Ketua PANDI, mengatakan pihaknya merasa tertantang untuk terlibat dan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pameran ini. Nilai tambah dari pameran ini di luar logika umum, karena seluruh karya yang dijual akan dikelola untuk penciptaan lahan–lahan pertanian baru.

“Kegiatan ini diharapkan mendukung program ketahanan pangan di tengah ancaman pandemi yang belum dapat kita ketahui dan efek domino yang mengancam keberlangsungan ekonomi dan sosial budaya di Indonesia dan dunia,” ujarnya Yudho dalam keterangan resminya, kemarin.

Dukungan PANDI yang bermitra dengan penyedia jasa telekomunikasi Citrahost diwujudkan berupa pemberian hibah domain dan hssting bagi seluruh pameris dan pembuatan website resoilnation. Setelah pameran, para mitra juga akan mengembangkan kapasitas seniman dengan pelatihan daring bagi 50 seniman guna membangkitkan visibilitas seniman Indonesia di era digital.

Risang Yuwono, Direktur Program Resoilnation, menjelaskan kolaborasi antara PANDI dan Koseta merupakan ikhtiar untuk menjaga eksistensi pekerja seni. Harapannya dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi dan ketahanan pangan bagi pelaku seni.

“Tak hanya soal eksistensi, kami juga membuka wacana pameran dengan sistem legal yang komprehensif dengan dukungan SCW Legal & Partner untuk mengajarkan seniman betapa pentingnya infrastruktur hak atas kekayaan intelektual di tengah lemahnya sistem perlindungan hak cipta di Indonesia,” ujarnya .

Baca Selanjutnya: Didukung GKR Mangkubumi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini