Pakar Bitcoin bakal berkumpul di Jakarta Mei mendatang

Senin, 16 April 2018 09:21 Reporter : Fauzan Jamaludin
bitcoin. ©Cnet.com.au

Merdeka.com - Jakarta akan menjadi tuan rumah konferensi #CryptoEvent pada 11 - 12 Mei 2018. Acara ini akan diikuti 1500 peserta dari 20 negara yang terdiri pakar otoritas di blokchain, kepala ICO, spesialis blockchain, hingga investor dan penambang.

Workshop akan diadakan di Hotel Indonesia Kempinski. Tak tanggung-tanggung, dua aula akan digunakan, yakni Red Hall dan Green Hall. Tema atau materi yang dibawakan adalah investasi dalam mata uang kripto, ramalan masa depan, pilihan strategi investasi dan ICO.

Beberapa pembicara telah mengkonfirmasi partisipasi mereka. Di antaranya adalah Oscar Darmawan, pendiri & CEO dari Indonesia Digital Asset Exchange; Fakhrul Razi A.B., CEO & Pendiri Pinkexc Sdn Bhd; ukasz eligowski (Polandia), CEO easyMINE; Robert Ryu, Co-founder dan Chief Strategy Officer Tristar Ventures dan lainnya.

Konferensi ini juga akan menampilkan pameran dari perusahaan uang digital, dengan lebih dari 50 stan. Berbagai jenis perusahaan akan tampil di sini seperti dana investasi, proyek ICO, pemasok peralatan pertambangan, layanan untuk perdagangan, konsultasi dan perusahaan pemasaran, platform blockchain dan organisasi terkait lainnya.

Tak diakui

Menurut laporan dari International Decentralized Association of Cryptocurrency and Blockchain (IDACB), Jakarta merupakan salah satu dari 10 crypto-capital tertinggi di dunia. Peringkat ini disusun oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence) berdasarkan penelitian terkait mata uang digital di seluruh dunia.

Jakarta dinilai sebagai kota yang telah menciptakan ekosistem untuk perdagangan, pertukaran kripto (crypto-exchanges), penambangan dan ICO (Initial Coin Offering). Namun Pemerintah Indonesia masih bersikap skeptis terhadap perkembangan mata uang digital ini.

Bank Indonesia (BI) menegaskan virtual currency termasuk Bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Kendati demikian, Pemerintah membebaskan masyarakat menggunakan uang digital menjadi alat investasi dengan risiko ditanggung sendiri.

Teknologi Blockchain menjanjikan transparansi dan efisiensi, yang membawa hasil positif. Dengan dukungan dari pemerintah, industri dan masyarakat, kami pikir hanya masalah waktu sampai teknologi blockchain banyak digunakan di seluruh bangsa, kata Nikolay Volosyankov, CEO CryptoEvent, dalam keterangan resmi kepada Merdeka.com, Senin (16/4).

Sejak pertama kali hadir, teknologi mata uang virtual yang ditandai dengan kemunculan Bitcoin pada 2009 ini telah mengalami perkembangan yang amat pesat di seluruh dunia. Komunitas bisnis pun menunjukkan minat yang semakin besar akan peluang baru ekonomi digital. Untuk menguak berbagai potensi dan solusi terkait mata uang kripto, CryptoEvent menggelar konferensi di Indonesia.

Lebih dari 30 ahli blockchain akan menyampaikan pidato mereka: CEO perusahaan di seluruh dunia, pemilik platform blockchain inovatif, proyek ICO terbesar, pengacara, dan analisis blockchain. Delegasi akan membahas masa depan uang digital, aspek hukum uang digital di berbagai negara, ICO, transformasi ICO-marketing dan keamanan informasi. [ita]

Topik berita Terkait:
  1. Bitcoin
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini