Order fiktif, kecurangan pengemudi Go-Jek

Selasa, 15 September 2015 10:27 Reporter : Fauzan Jamaludin
Order fiktif, kecurangan pengemudi Go-Jek Go-jek. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyaknya driver Go-Jek yang berbuat ‘curang’ dengan orderan fiktif menjadikan aplikasi tersebut menjadi ‘kacau’. Hal itu diungkapkan oleh salah satu pengemudi Go-Jek berinisial AI kepada Merdeka.com.

Menurutnya, yang seharusnya pengemudi Go-Jek mendapatkan orderan tidak jauh dari konsumen, justru malah mendapatkan pengemudi Go-Jek yang letak jemputnya jauh dari konsumen itu. Alhasil, untuk sampai dengan cepat di tempat konsumen menjadi lama.

"Ini gara-gara ada orderan fiktif, jadi aplikasinya jadi kacau seperti ini. Seharusnya, yang dapat itu tukang Go-Jek yang gak jauh dari wilayah konsumennya," ujarnya.

Order fiktif itu, kata Dia, akhir-akhir ini memang sedang ramai dilakukan oleh oknum pengemudi Go-Jek yang hanya ingin mendapatkan uang semata tanpa bekerja. Biasanya, si oknum ini memiliki dua aplikasi di smartphone yang berbeda, yang satu untuk mendapatkan order dan yang satunya lagi yang biasa dipakai oleh konsumen.

"Ya mereka gak kerja. Cuma mainin aplikasi mereka doang di rumah. Mereka biasanya pakai dua smartphone. Jadi misalnya, mereka pakai aplikasi buat order, terus dijauhin deh tujuannya biar hasilnya gede. Nanti mereka siap-siap dengan smartphone satunya lagi buat ambil itu orderan," tutur AI.

AI pun mengaku kesal dengan adanya oknum pengemudi Go-Jek yang seperti itu. Namun, dirinya juga tak bisa berbuat apa-apa. Sepengetahuan AI, jika hal itu diketahui pihak Go-Jek, maka Go-Jek tak segan-segan akan mengeluarkan oknum tersebut dari keanggotaan Go-Jek. [lar]

Topik berita Terkait:
  1. GO Jek
  2. Teknologi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini