Orang Indonesia ini bisa sembuhkan kanker

Selasa, 16 Juni 2015 08:09 Reporter : Fauzan Jamaludin
Orang Indonesia ini bisa sembuhkan kanker Ilustrasi kanker. ©shutterstock.com/Fedorov Oleksiy

Merdeka.com - Steven Liu, Presiden American Society for Laser Accupunture Therapy, pada Kongres ke-10 International Society for Medical Laser Applications (ISLA) di Beverungen, Jerman 12—13 Juni 2015 mengatakan belum ada metode yang mampu secara efektif menangkal perkembangan kanker hingga bisa sembuh dari kanker.

Sementara menurut WHO (World Health Organization), kanker adalah jumlah penyakit yang tumbuh paling cepat di muka bumi saat ini. Tahun 2030 diperkirakan akan muncul 22 juta kasus di seluruh dunia dari 14 juta kasus pada tahun 2012.

Di Amerika dicatat ada 1,7 juta kasus kanker setiap tahunnya, lebih dari sepertiganya atau kurang lebih 1.600 orang per hari meninggal karena kanker. Di Cina terdapat 2.2 juta kasus tiap tahun, di Indonesia dilaporkan ada kurang lebih 250.000 kasus baru kanker setiap tahun. Teknologi terapi kanker di dunia ditandai oleh kegagalan metode operasi secara radikal (radical mastectomy) pada awal hingga pertengahan abad ke-20 dilanjutkan dengan kegagalan metode kemoterapi radikal hingga akhir abad ke-20, ungkap Liu.

Memasuki abad ke-21 selama 15 tahun terakhir, metode terapi kanker berfokus pada teknologi baru menggunakan terapi target (targeted therapy) dan imunitas (immunotherapy). Akan tetapi karena jenis obat berbasis terapi target maupun imunitas masih sangat terbatas dan kalau pun ada harganya sangat tidak terjangkau bahkan untuk sebagian besar penduduk negara maju sekalipun, kebanyakan rumah sakit di dunia saat ini masih menggunakan metode kemoterapi sebagai metode utama.

Dalam Kongres ISLA ke-10 ini Dr. Warsito P. Taruno, Direktur CTech Labs dan juga penemu ECCT mempresentasikan tentang Terapi Kanker payudara Stadium 4 yang sudah menyebar ke paru-paru, liver, tulang dan otak dengan ECCT.

ECCT (Electrical Capacitive Cancer Treatment) adalah metode pengobatan kanker yang menggunakan terapi aliran listrik untuk membunuh sel-sel kanker.

Hasil yang dipresentasikan oleh Dr. Warsito mengundang rasa "ketidakpercayaan" yang luar-biasa di antara kurang lebih 150 peserta kongres dari seluruh dunia di tengah upaya mereka yang notabene berada terdepan untuk menemukan apa yang disebut oleh Steven Liu sebagai "magic bullet" untuk berperang menghadapi kanker.

Dibanding dengan fakta tentang kanker dan teknologi pengobatan yang ada di dunia saat ini, hasil yang dipresentasikan oleh Dr. Warsito menggunakan teknologi ECCT bisa dibilang sangat fantastis. Puluhan kasus stadium final yang dipresentasikan oleh Warsito, mengalami perbaikan secara drastis dari kondisi yang tadinya sudah tidak mampu bangun dari tempat tidur hingga kemudian mampu beraktifitas secara normal kembali. Di antaranya bahkan banyak yang kankernya sudah tidak terdeteksi lagi (complete remission) secara medis.

Warsito juga mempublikasikan hasil statistik pasien yang melakukan terapi ECCT yang umumnya lebih dari 70 persen adalah kasus stadium lanjut, di mana menunjukkan tingkat bertahan hidup selama dengan lama terapi rata-rata 2,5 tahun mencapai 80 persen untuk kasus kanker payudara, 75 persen untuk kasus kanker otak, dan 57 persen untuk kasus kanker paru-paru. Rata-rata 90 pertsen pasien yang bertahan hidup mengalami perbaikan signifikan yang sangat memungkinkan mencapai tingkat terbebas total atau paling tidak bisa mencapai tingkat tidak berkembang (progression-free).

Bahkan, ahli immunotherapy dari Jepang untuk terapi kanker dan Dr. Norbert Szaluś, Polandia, adalah onkolog yang telah menerapkan ECCT untuk menangani pasien kanker, juga mengatakan bahwa ECCT menunjukkan hasil yang sangat luar biasa dengan pemakaian selama 6 bulan. Banyak pasien yang mereka tangani yang secara statistik sudah tidak ada harapan lagi ternyata masih bisa bertahan dengan kondisi yang terus membaik. [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Teknologi
  3. Kanker
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini