Operator yang rugi, kembalikan frekuensi dan jadi MVNO

Senin, 20 Januari 2014 02:08 Reporter : Arif Pitoyo
Operator yang rugi, kembalikan frekuensi dan jadi MVNO Ilustrasi BTS. ©2012 BTS

Merdeka.com - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengakui meski industri telekomunikasi masih menjanjikan dengan perputaran uang yang mencapai ratusan triliun rupiah dan pendapatan negara bukan pajak sampai belasan triliun rupiah, namun tetap ada saja operator yang merugi.

“Kita tentu saja kita tidak menutup mata akan adanya penyelenggara jaringan yang merugi. Kedepan kita perlu melakukan terobosan dengan menggalakan MVNO,” ujar anggota BRTI M. Ridwan Effedi kepada merdeka.com, Senin (20/1).

Menurut dia, bagi para penyelenggara jaringan yang tidak kuat lagi menanggung biaya operasional, terutama yang berkaitan dengan frekuensi, silakan mengembalikan alokasi frekuensinya ke negara.

“Cukuplah dia menjadi MVNO saja. Dengan demikian, hak berusahanya tetap dihormati, dan bebannya dikurangi,” kata Ridwan.

Anggota BRTI Nonot Harsono malah menyarankan agar Tri menjadi MNO saja dengan menyewa jaringan milik Indosat atau operator lainnya, sehingga frekuensi yang ada bisa dioptimalkan.

Nonot malah menantang pengusaha sekaligus pemilik klub Inter Milan Erick Tohir untuk membeli infrastruktur Tri dan Indosat untuk kemudian disewakan ke operator tersebut.

"Saya kira itu malah lebih baik, sehingga infrastruktur yang ada bia optimal digunakan, mengingat sekitar 40 persen infrastruktur telekomunikasi tidak dimanfaatkan," katanya.

Menurut dia, bila Erick Thohir paham dan Qatar pintar, maka hal itu diyakini bisa meminimalkan capex (capital expenditure) dan menggantinya dengan opex (operational expenditure).

Seperti diketahui, Tri mendapatkan investor yang bagus dan dibuktikan dengan pembangunan BTS dan serat optik yang cukup signifikan. Saat ini, Tri memiliki 30 ribu BTS yang mana 14 ribu di antaranya BTS 3G (NodeB). Operator yang 35 persen dimiliki Erick Thohir itu juga mengaku telah memiliki 16 ribu serat optik.

Nonot mengatakan infrastruktur yang luar biasa itu sayang bila hanya memiliki pelanggan yang kecil, sehingga penggunaan infrastruktur bersama mungkin bisa dilakukan. [hwa]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini