Mustahil terbentuk, galaksi baru ini bukti kebesaran Tuhan

Selasa, 19 Mei 2015 10:12 Reporter : Bramy Biantoro
Mustahil terbentuk, galaksi baru ini bukti kebesaran Tuhan Galaksi Dragonfy 44. © P. VAN DOKKUM, R. ABRAHAM, J. BRODIE

Merdeka.com - Para ahli astronomi yang berada di pusat observasi Keck di Hawaii baru saja menemukan sebuah jenis galaksi baru yang sangat unik. Bahkan, ilmuwan sebelumnya tidak berpikir galaksi jenis ini bisa terbentuk.

Hampir semua galaksi memiliki ciri yang hampir sama, mereka adalah kumpulan bintang-bintang dan terlihat bagaikan titik besar yang sangat terang. Galaksi mempunyai beberapa bentuk, misalnya spiral terpusat atau bola.

Yang jelas, gaya tarik inti galaksi membuat bintang-bintang yang ada di dalamnya terkumpul di bagian tengah dengan menyisakan beberapa saja di bagian pinggir.

Namun, teori bentuk galaksi yang dipercaya selama puluhan bahkan ratusan tahun itu seketika runtuh dengan ditemukannya galaksi Dragonfy 44 yang terletak di gugusan (kumpulan) galaksi Coma. Gugusan galaksi Coma sendiri terletak 300 juta tahun cahaya dari Bumi, tepatnya di sekitar gugusan bintang Leo.

Dengan ukuran hampir sama dengan galaksi Bima Sakti, galaksi Dragonfy 44 hanya mempunyai jumlah bintang setara dengan satu persen bintang yang ada di galaksi kita.

Selain itu, Dragonfy 44 tidak memiliki bentuk layaknya galaksi kebanyakan, tetapi lebih menyerupai awan. Bintang-bintang di Dragonfy 44 tidak terkumpul di pusat, namun tersebar di seluruh bagian galaksi. Oleh karena itu, ilmuwan mengatakan galaksi seperti ini menentang teori gravitasi dan seharusnya tidak bisa terbentuk.

"Tantangan terbesar kita sekarang adalah mengungkap misteri bagaimana galaksi jenis baru ini terbentuk. Apakah galaksi Dragonfy 44 adalah galaksi yang gagal terbentuk sempurna? Apakah mereka awalnya galaksi utuh namun terpengaruh oleh galaksi lain sehingga pecah? Atau apakah Dragonfy 44 adalah galaksi yang terlontar dari gugusannya dan tersesat di angkasa?" ujar Roberto Abraham, salah satu ahli antariksa di pusat observasi Keck, Gizmodo (18/05).

Senada dengan Roberto Abraham, pakar astronomi dari Universitas Yale, Pieter van Dokkum, mengatakan bila ini suatu keajaiban mengingat galaksi Dragonfy 44 bisa terus ada tanpa terpecah lebih jauh.

Lalu, apakah galaksi Dragonfy 44 adalah bukti kebesaran Tuhan yang baru saja ditemukan manusia? [bbo]

Topik berita Terkait:
  1. Astronomi
  2. Penelitian
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini