Misteri-Misteri Luar Angkasa Berhasil Dipecahkan NASA

Rabu, 23 Januari 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Misteri-Misteri Luar Angkasa Berhasil Dipecahkan NASA Astronot NASA di luar angkasa. ©2018 Likar Info

Merdeka.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA telah melakukan banyak penelitian di luar angkasa. Selama berpuluh-puluh tahun melakukan penelitian, banyak hal-hal yang awalnya penuh misteri dapat terpecahkan dan terjawab.

Dalam menjalankan program luar angkasanya, NASA telah mengirim pesawat tanpa awak hingga astronot dalam melakukan penelitian. Berikut beberapa capaian NASA berhasil mengungkap hal misteri yang selama ini menjadi tanda tanya:

1 dari 4 halaman

Pecahkan Misteri Cahaya di Jupiter

Atmosfer Jupiter. © NASA

Pesawat luar angkasa Juno milik NASA memecahkan misteri serangan kilat di Jupiter. Kilatan Jupiter ini berkumpul di daerah kutub, sementara Bumi mengalami kilatan petir di sekitar khatulistiwa. Sebelumnya ada pesawat luar angkasa Voyager 1 NASA yang terbang mengelilingi Jupiter, dan mengkonfirmasi bahwa Jupiter mengalami kilat.

Sebuah makalah baru yang diterbitkan oleh tim Juno NASA dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa kilatan di Jupiter sebenarnya jauh lebih mirip dengan Bumi daripada yang diperkirakan sebelumnya. "(Penelitian) sampai Juno, semua sinyal petir yang direkam oleh pesawat luar angkasa terbatas pada deteksi visual, meskipun mencari sinyal dalam rentang megahertz," kata Shannon Brown, seorang ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA. Di Bumi, gelombang radio yang terkait dengan kilat berada dalam kisaran megahertz.

Menurut Brown, Juno mengambil sinyal radio dari kilat Jupiter. "Kami pikir alasan kami satu-satunya yang bisa melihatnya adalah karena Juno terbang lebih dekat ke kilat daripada (pesawat luar angkasa) sebelumnya, dan kami mencari pada frekuensi radio yang dengan mudah melewati ionosfer Jupiter," kata Brown.

Menurut NASA, kutub Jupiter tidak dihangatkan oleh Matahari. Atmosfernya juga kurang stabil. Hal ini menjadi kemungkinan naiknya gas hangat dan menimbulkan sumber-seumber terjadinya kilat.

2 dari 4 halaman

NASA Pecahkan Misteri Permukaan Merkurius

Planet Merkurius. ©2013 NASA

Ilmuwan NASA di Johnson Space Center memecahkan misteri lama tentang "mengapa sebagian permukaan Merkurius tampak baru, dan sebagian sudah tua". Para ilmuwan di Divisi Penelitian dan Eksplorasi Ilmu Astromaterial mengungkap misteri ini melalui pesawat luar angkasa MESSENGER NASA, yang mengorbit Merkurius dari tahun 2011 hingga 2015.

"Kami pikir planet-planet mulai panas dan hampir sepenuhnya meleleh," kata Asmaa Boujibar, rekan postdoctoral NASA dan penulis utama studi ini. “Saat mereka dingin, mereka mengkristalkan berbagai mineral. Biasanya mineral dapat terpisah untuk membentuk lapisan yang berbeda di dalam planet. "

Tim melakukan penelitian di laboratorium petrologi eksperimental di Johnson, di mana kondisi interior planet disimulasikan, memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari bahan pada tekanan dan suhu tinggi. Merkurius adalah planet yang paling tidak teroksidasi di tata surya, di mana sebagian besinya terikat pada logam atau sulfida daripada oksida.

Secara khusus, penelitian menunjukkan bahwa wilayah yang lebih tua pada Merkurius terbentuk oleh material yang meleleh jauh di dalam batas antara inti dan mantel. Sementara wilayah yang lebih muda terbentuk lebih dekat ke permukaan.

3 dari 4 halaman

Misteri Planet Nine

Tata Surya. Space.com

Kemungkinan akan ada planet kesembilan dalam tata surya. NASA menyebut planet itu "Planet Nine". Mereka menyimpan banyak bukti terkait planet itu, seperti ada pengaruh aneh terhadap Sabuk Kuiper, sebuah wilayah di Tata Surya yang berada di sekitar orbit Neptunus. Menurut NASA, pengaruh aneh itu berasal dari planet tersebut, yang dicurigai 'mengintai' dari kejauhan.

Diperkirakan planet itu memiliki 10 kali massa Bumi dan lokasinya 20 kali lebih jauh dibanding jarak antara Matahari dengan Neptunus. Jadi menurut kesimpulan NASA, planet ini akan lebih dingin daripada Bumi.

Jika planet ini benar-benar muncul, maka akan menjadi "Super Earth" yang dinanti-nanti oleh para ahli astronomi. Karena Planet Nine masih sulit ditentukan titik koordinatnya.

4 dari 4 halaman

Misteri Asteroid Alien Oumuamua

Alien. ©2012 The Telegraph

NASA berhasil memecahkan misteri asteroid alien Oumuamua. Objek luar angkasa berbentuk cerutu ini pertama kali muncul di radar Bumi pada 2017, ketika mendatangi teleskop Pan-STARRS1 milik NASA di Hawaii. Menurut para astronom, benda angkasa itu berasal dari bintang Vega. Namun menurut Studi di University of Toronto, Kanada menyimpulkan asteroid ini mungkin berasal dari bintang biner, sebuah sistem dengan dua bintang.

Kemungkinan besar Oumuamua memasuki Bumi dari sistem biner karena saling tarik menarik antara dua raksasa gas. Bintang biner biasanya dikelilingi oleh badan berbatu yang mengorbit dengan zona utama.

Asteroid kemungkinan dikeluarkan dari sistem binernya selama periode pembentukan planet bintang. Sejak saat itu Oumuamua membuat pendekatan ke Bumi pada 14 Oktober tahun lalu dan datang sedekat 15 juta mil jauhnya dari Bumi. [has]

Baca juga:
Gerhana Bulan Total dan Supermoon Januari 2019, Ini Cara Lihat Via Online!
Teknologi ini Memungkinkan Sayuran Tumbuh di Luar Angkasa
Dirahasiakan, 4 Temuan NASA Ini Malah Bocor ke Publik
Penemuan-Penemuan Baru NASA yang Mengejutkan di Luar Angkasa
Anak-Anak Muda Papua Kecerdasannya Dapat Penghargaan Internasional

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini