MenristekDikti sebut jumlah technopreneur Indonesia baru 0,43 persen

Jumat, 18 November 2016 09:30 Reporter : Fauzan Jamaludin
MenristekDikti sebut jumlah technopreneur Indonesia baru 0,43 persen Ilustrasi Technopreneur. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (MenristekDikti), Mohammad Nasir mengatakan, Indonesia baru memiliki pengusaha sebanyak 1,65 persen dari populasi jumlah penduduk dan diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen berbasis teknologi. Jumlah tersebut masih terlalu kecil bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga Indonesia lainnya.

"Artinya apa, ekonomi yang digerakkan dari teknologi masih sangat rendah. Apabila dibandingkan dengan Singapura 7 persen itu masih jauh, Malaysia 5 persen, Singapura 7 persen, Thailand 4,5 persen," kata Nasir di Jakarta, Jumat (18/11).

Dikatakannya, rendahnya tingkat kewirausahaan tersebut dapat teratasi jika, di dalam berwirausaha iptek dan inovasi menjadi faktor kunci. Dengan iptek dan inovasi, maka suatu bangsa dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki secara efektif dan efisien, yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian bangsa, serta di dukung kebijakan dan regulasi yang saling mendukung antar stakeholder yang terkait.

Kami mendorong agar orientasi pada litbang yang sekadar menghasilkan sebatas publikasi ilmiah semata namun juga harus lebih berorientasi pada litbang yang bisa menghasilkan produk-produk inovatif bernilai tambah tinggi yang bisa di pasarkan dan bermanfaat bagi masyarakat. Saatnya hasil litbang di Indonesia harus banyak dihilirisasikan dan dikomersialiasikan, terangnya. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini