Menkominfo Didesak Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz

Jumat, 8 November 2019 19:28 Reporter : Merdeka
Menkominfo Didesak Segera Lelang Frekuensi 2300 Mhz ilustrasi internet. © lynn-library.libguides.com

Merdeka.com - Tepat di akhir tahun 2019, 10 tahun lisensi 15 zona WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) dikeluarkan oleh pemerintah. Namun hingga saat perusahaan mayoritas penyelenggara WiMAX sudah gulung tikar dan mengembalikan lisensi yang dimilikinya. Saat ini yang tersisa hanya perusahaan PT Berca Hardaya Perkasa yang memiliki brand HiNet.

Menurut Nonot Harsono, anggota Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) 2009-2015, seharusnya pemerintah sudah bisa menghentikan layanan dan perpanjangan izin WiMAX. Termasuk Berca. Namun saat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dipimpin Rudiantara belum mengambil sikap terhadap penyelenggara WiMAX di frekuensi 2300 Mhz.

"Dahulu ketika saya di BRTI sudah merekomendasikan kepada pemerintah untuk meninjau ulang operator WiMAX. Namun hingga masa kerja beliau berakhir, keputusan evaluasi WiMAX tidak juga diambil keputusan," terang Nonot.

Sekadar mengingatkan saja. Bahwa di tahun 2011 vendor penyedia chipset WiMAX yaitu Qualcomm sudah tidak memproduksi lagi. Penghentian produksi dan pengembangan WiMAX oleh Qualcomm dikarenakan teknologi tersebut kalah bersaing dengan teknologi GSM (Global System for Mobile Communication).

Baca Selanjutnya: Menkominfo Harus Melakukan Evaluasi...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Menkominfo
  3. Johny G. Plate
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini