Mengenal Pentingnya Data Center Pasca Kebakaran di Gedung Cyber

Jumat, 3 Desember 2021 09:15 Reporter : Merdeka
Mengenal Pentingnya Data Center Pasca Kebakaran di Gedung Cyber Data Center. ©2012 Shutterstock

Merdeka.com - Gedung cyber 1, Kuningan, Jakarta Selatan dilalap si jago merah. Di gedung tersebut, selain kantor, terdapat pula data center atau pusat data di dalamnya. Maka tak heran, ketika terjadi kebakaran, beberapa layanan digital tumbang seperti Garena, Shopee, dan lain sebagainya. Keberadaan data center tak bisa dilepaskan dari ekosistem internet.

Lalu, apa itu data center?

Dikutip dari Cisco, Jumat (3/12), data center adalah fasilitas fisik yang digunakan organisasi maupun korporasi untuk menampung aplikasi dan data penting yang dimiliki. Maka itu, adanya data center begitu krusial.

Terlebih saat ini, bisnis internet dan data berkembang pesat. Oleh karena itu, pencadangan data adalah perlindungan langkah pertama yang harus dimiliki sebuah perusahaan untuk memastikan kelancaran operasional.

"Ini juga digunakan untuk melindungi data organisasi dari kerusakan, pencurian, kegagalan perangkat lunak, dan bencana," tulis Cisco dalam blognya.

Dengan data center yang dapat diandalkan, sebuah organisasi dapat mengambil back up data jika ada data yang dimilikinya rusak. Tidak seperti aset fisik laiknya bangunan.

Bila terjadi kebakaran atau bencana alam, aset berupa bangunan masih bisa terlindungi dengan asuransi. Tetapi lain hal jika data-data penting hilang dan tidak memiliki cadangan lain. Inilah sebabnya mengapa data center begitu sangat penting apalagi untuk bisnis.

Lalu Lintas Internet

Sebelumnya, Direktur ICT Institute, Heru Sutadi mengatakan kebakaran yang terjadi berdampak terhadap lalu lintas internet. Masalahnya, banyak pengelola data center menaruh perangkatnya di sana, apalagi di gedung tersebut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) meletakkan Indonesia Internet Exchange (IIX) di gedung tersebut.

"Banyak ISP terkoneksi ke sini. Bilamana tidak ada link alternatif ke IIX lain, akses internet akan mengalami hambatan bahkan tidak bisa diakses," kata Heru dikutip dari Liputan6.com, Jumat (3/12).

Dilanjutkannya, perlu ada beberapa alternatif trafik ke beberapa IIX agar aksesnya tetap menyala. Tidak hanya itu, Heru juga mengatakan perlunya penempatan disaster recovery center di tempat lain, bahkan apabila dimungkinkan bisa di lain pulau dengan lokasi yang berbeda. [faz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini