Mengenal 4 aplikasi berbasis edukasi yang jadi finalis The NextDev 2017

Kamis, 14 Desember 2017 00:00 Reporter : Wuri
Mengenal 4 aplikasi berbasis edukasi yang jadi finalis The NextDev 2017 Mengenal 4 aplikasi berbasis edukasi yang jadi finalis The NextDev 2017. ©The NextDev

Merdeka.com - Telkomsel sebagai operator seluler terbesar di Indonesia kembali menggelar The NextDEV 2017. Sejak pertama kali diadakan, kompetisi ini memang diperuntukkan bagi generasi muda tanah air agar lebih termotivasi dalam melahirkan karya luar biasa di bidang teknologi, khususnya yang dapat memberikan dampak sosial positif di masyakarat. Dan setelah melewati bermacam tahap seleksi, terpilihlah empat aplikasi terbaik dari empat kategori yang dilombakan: edukasi, transportasi, kesehatan, dan agrikultur.

Dari bidang edukasi, sebuah aplikasi bernama Squline terpilih sebagai pemenang. Ditengok dari fungsinya, karya dua perempuan inspiratif, Margarita dan Elita, itu memang luar biasa. Pengin tahu? Yuk, sekaligus simak juga tiga aplikasi lain berbasis edukasi yang dinobatkan sebagai finalis The NextDEV 2017!

Squline

Mengenal 4 aplikasi berbasis edukasi yang jadi finalis The NextDev 2017 The NextDev


Berawal dari kepedulian pada seorang mahasiswa yang kesulitan mempelajari bahasa inggris, Margarita dan Elita menciptakan sebuah aplikasi bernama Squline. Setelah menggunakan aplikasi berbasis website tersebut, mahasiswa itu akhirnya punya keberanian buat speech menggunakan bahasa inggris dengan lancar. Luar biasa, bukan?

Squline sendiri memang merupakan aplikasi pendidikan yang menawarkan jasa guru asing profesional dengan pembelajaran yang terpercaya dan memberikan pendidikan bahasa inggris berkualitas. Metode pembelajarannya dijamin jitu karena mampu mempercepat proses belajar bahasa dan interaksi dengan guru.

Kapiler Indonesia
Kapiler Indonesia adalah aplikasi yang berfokus pada pemetaan dan pemberdayaan panti asuhan se-Indonesia. Menariknya, aplikasi ciptaan Rizki Saputro asal Depok ini bahkan tidak hanya berkonsentrasi pada panti asuhan, tapi juga anak berkebutuhan khusus. Luar biasanya, di sana tersedia beragam kegiatan pemberdayaan anak-anak panti asuhan yang dapat diikuti oleh siapapun!

Edubraille

Mengenal 4 aplikasi berbasis edukasi yang jadi finalis The NextDev 2017 The NextDev


Diciptakan oleh seorang pemuda asal Surabaya bernama Rahmat Wahyuari, Edubraille merupakan aplikasi dan hardware yang digunakan untuk membantu tuna netra belajar membaca. Dibuat seperti perangkat portabel, di mana di layarnya terdapat sebuah papan timbul yang dapat dibaca seperti braille. Integrasi hardware dan software-nya amat mumpuni sehingga akses pendidikan yang didapat oleh orang buta tetap berkualitas.

Qeedee

Mengenal 4 aplikasi berbasis edukasi yang jadi finalis The NextDev 2017 The NextDev

Fadilah dan Catya adalah pecinta anak-anak. Maka dari itu, keduanya amat peduli terhadap nasib para pengajar di (Pendidikan Anak Usia Dini) PAUD. Tak mengherankan apabila mereka kemudian membuat terobosan luar biasa mencengangkan bernama Qeedee. Aplikasi software manajemen dan akademik PAUD berbasis web ini akan mempermudah guru dalam memberikan laporan otomatis pada orang tua. Hal yang perlu dilakukan hanya melakukan akses lewat smartphone.

Keempat aplikasi luar biasa masih berasal dari bidang edukasi saja. Masih banyak buah tangan finalis dari tiga bidang lain yang juga tidak kalah menarik untuk disimak. Selengkapnya, cari tahu di sini, yuk!



[wri]

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini