Mengapa Tentara AS Tak Boleh Instal TikTok?

Selasa, 14 Januari 2020 11:58 Reporter : Indra Cahya
Mengapa Tentara AS Tak Boleh Instal TikTok? Ilustrasi TikTok. ©2019 theverge.com

Merdeka.com - Kesatuan militer Amerika Serikat melarang pemakaian TikTok. Awalnya, larangan pemakaian TikTok ini berlaku untuk prajurit dan taruna militer di Amerika Serikat.

Namun kali ini, badan militer Amerika Serikat lain pun melakukan hal serupa. Kali ini, langkah itu diambil oleh Air Force dan Coast Guard.

Dalam pernyataan terbaru pada Wall Street Journal, dua badan itu telah mengonfirmasi tidak lagi mengizinkan TikTok ada di perangkat yang digunakan untuk keperluan pemerintahan.

Dikutip dari Engadget via Tekno Liputan6.com, larangan ini memang tidak berlaku untuk perangkat pribadi, tetapi otoritas kedua badan itu mengajak para personelnya untuk tidak lagi memakai TikTok, termasuk anak-anak mereka.

Kendati demikian, baik Air Force dan Coast Guard tidak menjelaskan alasan spesifik pelarangan ini. Namun besar kemungkinan, keputusan ini diambil menyusul sikap pemerintah Amerika Serikat yang menyebut TikTok mengancaman keamanan negara.

Sebelumnya, prajurit dan taruna militer Amerika Serikat juga dilarang menggunakan TikTok saat sedang dinas militer. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara angkatan bersenjata negara tersebut.

"Kami terus mengingatkan para taruna terkait risiko memakai platform medsos ketika mereka membagikan informasi personal dan data lainnya," tutur juru bicara itu.

Perintah ini diturunkan setelah Senator dari Partai Demokrat Chuck Schumer meminta angkatan bersenjata AS untuk meninjau potensi risiko TikTok yang banyak dipakai oleh remaja AS.

1 dari 2 halaman

Siswa Sekolah Militer Juga Diawasi

Komando taruna angkatan darat AS yang mengeluarkan perintah menyebut, mereka mengawasi berbagai kamp pelatihan taruna, termasuk mahasiswa universitas dan sekolah militer.

Juru bicara menyebut, para taruna diminta untuk bersikap hati-hati ketimbang berbuat salah.

Namun, taruna masih boleh memakai TikTok untuk kebutuhan personal, tetapi mereka tak boleh memakainya saat mengunggah momen rekrutmen dan pelatihan, atau selama memakai seragam militer.

Pencarian Reuters menggunakan tagar #rotc dan #jrotc (rekrutmen taruna) menemukan sejumlah pengguna muda TikTok dalam seragam militer merekam video lip-sync, tarian, sampai ke perform pengalaman saat pelatihan.

TikTok tak memberikan jawaban atas larangan ini.

2 dari 2 halaman

TikTok Membantah

Berbagai pihak di AS, dari senator sampai ke pemerintah mencurigai TikTok selaku perusahaan Tiongkok akan mengirimkan data pengguna AS ke Tiongkok.

Namun, TikTok menyebutkan, pihaknya berkomitmen untuk bekerja sama dan menegaskan, data pribadi pengguna TikTok di AS tak dikirimkan ke Tiongkok.

"TikTok jelas, kami tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi ketimbang mendapatkan kepercayaan dari pengguna dan regulator di AS. Kami juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kongres," kata juru bicara TikTok.

Sebelumnya, TikTok menegaskan bahwa data pribadi pengguna TikTok di AS juga disimpan di AS. Namun, para anggota parlemen tetap khawatir karena ByteDance tunduk pada hukum Tiongkok.

TikTok pun menjawab, Tiongkok tidak memiliki kewenangan yurisdiksi atas konten-konten yang ada di aplikasi yang datanya tidak disimpan di Tiongkok. Bahkan, TikTok meyakinkan, seluruh konten tidak dipengaruhi oleh negara mana pun.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar [idc]

Baca juga:
Resso, Aplikasi Musik Streaming Besutan Developer TikTok
Mahasiswa AS Gugat TikTok karena Kirim Data Pengguna ke China
TikTok Dituduh Kirim Data Pengguna ke China
Problematika TikTok Diamkan Kritik Soal Uighur
Bikin Video Make-Up Sambil Kecam China Soal Uighur, Gadis AS Diblokir TikTok
Sambut Hari Guru Nasional, TikTok Tantang Kreator Berbagi Konten Edukatif

Topik berita Terkait:
  1. Media Sosial
  2. Tik Tok
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini