Jual boneka peraga seks anak, situs e-commerce China dihujat

Selasa, 19 November 2013 01:32 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Jual boneka peraga seks anak, situs e-commerce China dihujat boneka seks anak. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah situs e-commerce China yang membantu produsen di China menjual barang-barang secara global sedang menghadapi sebuah masalah besar karena menjual produk yang sangat 'menyeramkan' di situsnya. DHgate diketahui mempunyai seorang pedagang China yang menjual boneka seks berukuran anak-anak. Sebagaimana yang bisa Anda lihat pada gambar produk di bawah ini, sosok boneka ini tampak masih seperti anak perempuan berusia berusia sembilan atau sepuluh tahun.

Hal ini diketahui oleh group advokasi di Facebook yang bernama Dining for Dignity. Group ini dengan cepat membuat sebuah halaman protes untuk mendesak DHGate-salah satu platform pedagang global di China – untuk menghapus barang tersebut atau melarang penjualnya. Petisi ini berbunyi, "Kelalaian ini memicu perdagangan seks manusia, pedofilia, perkosaan, dan lebih banyak lagi." Pedagang ini mempunyai akun bernama allenchow89, yang menjual produk lainnya termasuk boneka peragaseks normal dengan ukuran orang dewasa.

Dideskripsikan sebagai 'boneka peragaseks gadis muda cantik untuk pria', barang ini dijual seharga USD 178 dan bisa dikirimkan ke seluruh dunia. Hingga kini 57 boneka telah terjual kepada pelanggan di Amerika, Inggris, Jepang, Jerman, dan banyak lagi.

Kami telah menghubungi DHgate HQ di Beijing dan akan memberi Anda update jika kami mendapat informasi terbaru dari mereka.

Boneka peragaseks yang menyerupai anak-anak ini ilegal di beberapa negara, tergantung bagaimana mereka digunakan atau ditunjukkan. Fenomena ini tampaknya dimulai – Anda telah menebaknya – di Jepang. Artikel dari Vice di awal tahun ini menulis profil produsen Jepang yang membuat manekin pedophile-icious ini.

Sebuah pencarian di DHgate – dan juga di situs saingannya, Alibaba – mengungkapkan bahwa tidak ada pedagang lain yang menjual boneka yang menyerupai anak-anak, meskipun beberapa listing secara eksplisit mencantumkan 'anak-anak' atau 'muda' di deskripsi produknya.

Lihat lebih banyak screenshot produk aneh tersebut, kemudian utarakan pendapat Anda ada kotak komentar jika Anda berpikir penjualnya harus dilarang, atau justru harus dilegalkan.

Artikel ini pertama kali muncul di Tech in Asia Indonesia

Baca juga:

GreatFire mengelabui sensor China

Pentingnya persaingan WhatsApp, Facebook, Twitter, dan Line

Jangan remehkan Vietnam!

Meniru, mengeksekusi, membangun

Ini dia 2 situs streaming musik online terbesar di Indonesia [ega]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini