Markas nyamuk pindah ke bawah tanah
Merdeka.com - Para peneliti telah menemukan bahwa nyamuk Culex molestus telah beradaptasi dengan kehidupan di bawah kota. Nyamuk Culex adalah nyamuk yang paling banyak ditemukan di dunia. Spesies ini ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika, dan membawa sejumlah penyakit terutama arbovirus, seperti yang dilansir di sciencealert.com.au.Para peneliti dari Universitas Sydney menemukan bahwa jenis nyamuk ini telah beradaptasi dengan kehidupan bawah tanah, khususnya septic tank dan gorong-gorong bawah tanah.
Tidak seperti nyamuk lainnya, Culex moletus juga dapat mengembangkan telur mereka, tanpa harus terlebih dahulu minum darah.
"Kemampuan adaptasi nyamuk untuk tinggal di bawah tanah menunjukkan bahwa penduduk di perkotaan perlu merancang sistem penyimpanan air yang baik," kata Dr. Cameron Webb dari Sydney Medical School dan Departemen Kedokteran Entomologi di Westmead Hospital.
Dr. Webb adalah pemimpin tim studi tentang nyamuk. Hasil studi ini telah diterbitkan dalam edisi bulan ini diJurnal Ekologi Vektor.
"Kami telah menghabiskan waktu dua tahun untuk mengejar spesies ini, yang mulai hidup di bawah perkotaan," kata Dr. Webb.
Saat sebagian besar nyamuk memerlukan darah untuk mengembangkan telurnya, nyamuk betina spesies ini dapat mengembangkan dan meletakkan telur mereka dengan menggunakan nutrisi yang tersimpan sebelumnya dalam siklus hidup mereka. Fenomena ini dikenal sebagai autogeny.
Salah satu implikasi penting dari studi ini adalah bahwa kita harus sadar akan risiko nyamuk yang mulai berkembang biak di bawah tanah. Hal ini tentu sangat mengancam sistem penyimpanan air bawah tanah di perkotaan sehingga bisa menciptakan peluang baru bagi nyamuk. (mdk/des)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya