Mark Zuckerberg Takut Regulasi Internet Tiongkok Ditiru Negara Lain

Selasa, 19 Mei 2020 09:49 Reporter : Indra Cahya
Mark Zuckerberg Takut Regulasi Internet Tiongkok Ditiru Negara Lain Mark Zuckerberg. ©2018 AP Photo

Merdeka.com - CEO Facebook Mark Zuckerberg menyebut bahwa dirinya "khawatir" kalau negara-negara lain ingin meniru pendekatan Tiongkok dalam regulasi internet.

Melansir The Verge, hal tersebut ia ungkapkan dalam percakapan video dengan Komisaris Industri Uni Eropa Thierry Breton, seperti dilansir dari The Verge.

"Hanya untuk berterus terang akan hal itu, saya pikir ada model yang muncul dari negara-negara seperti China yang cenderung memiiki nilai yang sangat berbeda dari negara barat yang lebih demikratis," ungkap Zuckerberg.

Sang CEO menambahkan bahwa negara barat dengan asas demikrasi punya kewenangan untuk memiliki kerangka kerja jelas terhadap privasi data.

"kami memiliki tanggung jawab bersama untuk membantu mengembangkan ini," ungkapnya.

1 dari 2 halaman

Zuckerberg sendiri memuji Peraturan Perlindungan Data Umum yang dimiliki oleh Uni Eropa yang menerapkan perubahan untuk Facebook, Twitter, Google dan perusahaan internet lainnya dalam mengumpulkan data pengguna di eropa.

Sang CEO menyebut bahwa kerjasama antar platform teknologi dan regulator harus ada dan tidak bisa dihindari.

Breton sebagai pihak Uni Eropa pun, yang selama ini melakukan kritik keras terhadap Facebook, juga menyebut bahwa kerja sama adalah kunci.

"Ini adalah sesuatu yang sangat penting, di mana kemampuan kita untuk bekerja sama, merancang bersama, menggunakan hak membuat kebijakan dengan tepat, serta berperilaku (di industri digital)," ungkap Breton.

2 dari 2 halaman

Bukan Pertama Kali

Ini adalah kesekian kali Zuckerberg melontarkan ketakutannya akan adopsi regulasi internet Tiongkok.

Ia membuat komentar serupa tahun lalu, degan menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan Tiongkok menetapkan aturan internet. Komentar ini sempat membuat tegang Tiongkok dan Facebook, serta karyawan warga negara Tiongkok di Facebook.

Zuckerberg menyebut bahwa pesan kebebasan dalam berbicara akan dilihat sebagai hal yang baik oleh pemangku kebijakan secara global, melawang kebijakan internet otoriter yang dilakukan Tiongkok. [idc]

Baca juga:
Stres Kerja, Facebook Beri Kompensasi Besar Untuk Moderator Konten
Facebook Akuisisi Giphy Rogoh Kocek Rp 5 Triliun
Facebook Minta Maaf Karena Berperan Dalam Kerusuhan Anti-Muslim di Sri Lanka 2018
Dark Mode Facebook Kini Telah Tersedia ke Seluruh Pengguna
CEK FAKTA: Hoaks Hacker Meretas WhatsApp dan Sebarkan Video Porno Hingga Minta Uang
Facebook Gaming Kini Jadi Aplikasi Mandiri, Ini Alasannya!
Karyawan Facebook Diperbolehkan Bekerja Dari Rumah Hingga Akhir 2020

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Media Sosial
  3. Facebook
  4. Mark Zuckerberg
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini