Mandiri Syariah Mobile: Tawarkan Mobile Banking Lebih Nyaman, Berkah, dan Inovatif

Jumat, 30 Agustus 2019 13:42 Reporter : Syakur Usman
Mandiri Syariah Mobile: Tawarkan Mobile Banking Lebih Nyaman, Berkah, dan Inovatif Aplikasi Mandiri Syariah Mobile. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Era digital ditandai antara lain dengan gaya hidup mobile berbasis aplikasi. Gaya hidup mobile ini masuk hampir ke semua sektor termasuk sektor keuangan seperti perbankan.

Penetrasi smartphone dan internet yang masif membuat aplikasi mobile banking semakin diminati nasabah. Selain memang kebutuhan nasabah yang berada di kelompok milenial.

Kini, bisa dibilang, hampir semua perbankan di Indonesia memiliki aplikasi mobile banking demi menyesuaikan diri dengan gaya hidup para nasabahnya, termasuk perbankan syariah seperti PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah).

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan Juni 2019, jumlah bank umum syariah di Indonesia mencapai 14 bank termasuk Mandiri Syariah, di luar jumlah 20 unit usaha syariah.

Berdasarkan data Google Play Store per Kamis (29/8), aplikasi Mandiri Syariah Mobile sudah diunduh lebih dari 500 ribu pengguna.

Bapak Alief, warga Tangerang, Banten, mengaku menggunakan aplikasi Mandiri Syariah Mobile sejak Juli tahun lalu.

"Senang menggunakan Mandiri Syariah Mobile, karena transaksi keuangan syariah jadi lebih mudah, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sebelumnya saya harus ke kantor cabang atau ke anjungan tunai mandiri/ATM," ungkap Alief pada Merdeka.com, baru-baru ini.

Menurut penggemar olahraga sepeda ini, layanan mobile banking dari bank syariah ini sering digunakan untuk transaksi pembayaran, transfer, cek saldo, mutasi transaksi, dan sebagainya. Hingga kini ayah tiga anak ini merasa users experience-nya menggunakan Mandiri Syariah Mobile cukup baik.

Dirinya juga merasa aman melakukan transaksi perbankan di Mandiri Syariah Mobile. Tiada khawatir transaksinya bocor atau data keuangannya jebol.

Sistem keamannya terjamin karena setiap menu transaksi selalu ditanya kata kunci atau password, kata Alief yang bekerja di perusahaan telekomunikasi ini.

©2019 Merdeka.com

Lebih Berkah berkat Syariah

Lain halnya buat Rizka, warga Cilandak, Jakarta Selatan, yang memiliki alasan 'prinsip' saat memilih pindah dari bank konvensional ke bank Mandiri Syariah. Yakni syariah, sesuai dengan syariat Islam yang memiliki pedoman utama pada Al Quran dan Hadist.

"Saya sudah lama memilih Bank Mandiri Syariah termasuk layanan mobile banking-nya, karena mengggunakan prinsip syariah sehingga kami meyakini lebih berkah dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Rizka mengaku menggunakan aplikasi Mandiri Syariah Mobile untuk berbagai keperluan transfer, antara lain pembayaran keperluan sekolah anak-anaknya. Selama ini dirinya merasa cukup nyaman menggunakan aplikasi mobile banking perbankan syariah terbesar di Indonesia ini.

"Plusnya dengan Mandiri Syariah Mobile, saya merasa nyaman dan aman dengan manfaat syariahnya. Minusnya, fasilitasnya terutama fasilitas fisik seperti ATM masih terbatas jumlahnya. Saya pikir ini menjadi kendala, sehingga nasabah kena biaya lagi jika memakai fasilitas ATM Bersama," pungkas dia.

Perlu diketahui, nasabah Mandiri Syariah sebenarnya dapat melakukan transaksi tarik tunai gratis di 17 ribu lebih ATM Bank Mandiri dan Mandiri Syariah.

Sementara Aal, warga Tangerang, juga merasa berkah saat beralih ke Mandiri Syariah dan menggunakan layanan mobile banking-nya. Yang disukai dari Mandiri Syariah Mobile adalah terus update dengan kebutuhan nasabahnya dan kaya fitur tambahan, seperti waktu salat, informasi/pengetahuan tentang Islam, akses mobile infaq, sedekah, atau wakaf.

Tak banyak kendala yang mengganggunya saat menggunakan aplikasi mobile banking, yang ada adalah kemudahan dalam bertransaski di mana pun dan kapan pun asal memiliki akses internet.

"Fitur waktu salat sangat fungsional bagi saya, sehingga bisa salat tepat waktu saat traveling ke luar kota," ujarnya senang.

Namun, dirinya memiliki catatan kekurangan aplikasi Mandiri Syariah Mobile, yakni jika ingin melakukan transfer antarbank kali kedua dan seterusnya, dia selalu harus menginput nomor rekening bank tujuan. Tidak ada opsi/tawaran menyimpan nomor rekening bank tujuan tersebut. Padahal di bank lain ada opsi menyimpan nomor rekening bank tujuan.

"Jadi nasabah tidak perlu mengetik ulang atau mengingat nomor rekening bank tujuan transfer, karena sudah disimpan by sistem," curhatnya.

Untuk urusan ini, sebenarnya nasabah dapat memanfaatkanmenu Favorit di Mandiri Syariah Mobile. Di menu ini, nasabah bisa menyimpan nomor tujuan transfer, pembayaran, dan lain-lain yang pernah dilakukan nasabah. Jadi tidak perlu lagi mengingat atau mengetik ulang rekening tujuan.

Pertumbuhan Mobile Banking Mandiri Syariah

Sebagai aplikasi, Mandiri Syariah Mobile selalu mendapat pembaruan atau improvement secara reguler sejak pertama kali dirilis. Tujuannya supaya aplikasi ini bisa mengikuti laju gaya hidup digital nasabahnya.

Seperti pada akhir Mei tahun lalu, aplikasi mobile banking ini memperbarui dirinya, yang meliputi desain tampilan, fitur dan layanan lain supaya tampil lebih segar dan trendi. Sebut saja layanan pembayaran zakat menggunakan Quick Respond (QR) Pay, pembukaan rekening online (Tabungan Mabrur untuk ibadah haji), top up dan cek saldo e-money.

Kemudian ada pula layanan inbox untuk merekam data transaksi, pembayaran utility dan pendidikan atau Edupay, Mandiri Syariah Social Media Channel, Pop up Infaq setelah transaksi, info lokasi ATM, cabang Mandiri Syariah, dan digital interactive advertizing untuk menampilkan promo produk dan layanan unggulan Mandiri Syariah.

Riko Wardhana, Head of Digital Banking Mandiri Syariah, menjelaskan pembaruan secara terus-menerus itu mendorong kenaikan jumlah dan nilai transaksi di mobile banking Mandiri Syariah. Buktinya, per Juli tahun ini, jumlah transaksi di aplikasi mobile-nya naik 95 persen menjadi 12,32 juta dibandingkan Juli tahun lalu (year on year). Sementara nilai transaksinya tembus lebih Rp 14 triliun, naik 182 persen secara tahunan.

"Jumlah penggguna mobile banking hampir 1 juta, naik 70 persen secara tahunan" ujar Riko Wardhana pada Merdeka.com,baru-baru ini.

Menurut Riko, pertumbuhan volume transaksi dan jumlah pengguna Mandiri Syariah Mobile turut mendorong pendapatan bank syariah yang beroperasi sejak 1 November 1999 ini. Tepatnya dari komponen fee based income (FBI), yang mana FBI Mandiri Syariah dari mobile banking naik dua kali lipat per Juli tahun ini secara tahunan. [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini