Mahasiswa dari Lampung ciptakan alat antrean otomatis

Selasa, 28 Januari 2014 21:51 Reporter : Dwi Andi Susanto
Mahasiswa dari Lampung ciptakan alat antrean otomatis Ilustrasi antre © Northattan.com

Merdeka.com - Tentunya salah satu hal yang sepele namun sulit diterapkan oleh banyak orang di Indonesia adalah masalah antre. Terinspirasi dengan masalah tersebut, seorang mahasiswa dari Informatics and Business Institute (IBI) Darmajaya Lampung menciptakan alat antrean otomatis yang berbeda dengan alat antrean konvensional.

Apabila Anda pergi ke suatu perusahaan yang memberikan layanan publik langsung seperti bank atau sejenisnya, pastinya Anda akan mendapati sebuah alat antrean yang akan keluar nomor sesuai dengan urutan yang telah diatur sedemikian rupa.

Namun, kelemahan alat antrean ini adalah sistem yang menjalankannya terkoneksi dengan semua sistem pengoperasian di server. Untuk itu, Ranggasena Tranggana dari IBI Darmajaya berhasil menciptakan software dan hardware antrean bank yang pengoperasiannya lebih mudah dan praktis daripada alat sejenis lainnya.

Menurut Rangga, di Bandarlampung, Senin, perangkat alat tersebut relatif sederhana, juga terjangkau dengan harga pasaran hanya Rp 2,5 juta per unit.

Rangga menuturkan bahwa terciptanya perangkat lunak dan keras (software dan hardware) antrean bank bermula dari perhatiannya terhadap perangkat antrean bank yang sudah tersedia, dinilai tidak praktis dan cenderung berisiko karena umumnya masih terintegrasi dengan seluruh sistem yang ada.

"Jika kita perhatikan, kenapa alat antrean di bank berukuran cukup besar? Karena di bawahnya terdapat komputer yang terkoneksi dengan semua sistem pengoperasian di bank tersebut. Nah, jika alat antrean ini mengalami gangguan, otomatis server yang lainnya juga akan terganggu. Itu kenapa saya sebut tidak praktis dan berisiko," ujar Rangga yang mengambil Jurusan Sistem Komputer di IBI Darmajaya ini, seperti dikutip dari Antara (27/01).

Alat yang diciptakannya itu, menurut dia, berbeda dengan alat antrean bank konvensional. Peralatan ciptaannya ini dibuat terpisah tanpa memerlukan koneksi pada server lain. Pengoperasian antrean bank ini cukup menggunakan satu komputer sehingga tidak akan mengganggu proses dan sistem lainnya yang ada di bank tersebut.

"Pengoperasiannya kami menggunakan mikrokontoler arduino uno, dapat digunakan 4-6 teller dan 4-6 customer service," katanya lagi.

Selama pembuatan alat antrean bank itu, diakui Rangga, mendapatkan pendampingan dan pengarahan dari dosennya, yakni Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I.

Setelah dua bulan, dia akhirnya berhasil merampungkan karyanya untuk kemudian diujicobakan. Tak hanya sekadar menciptakan, Rangga juga berupaya mengenalkan karyanya kepada khalayak ramai. Promosi dilakukan melalui media penjualan online, situs portal/web dan menjalin kerja sama dengan relasi yang dikenal.

"Sejauh ini produksi yang dilakukan baru sebatas menerima pesanan, belum diproduksi secara massal karena memang butuh proses. Namun, ke depan mudah-mudahan alat ini bisa dipasarkan lebih luas lagi. Memang ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Namun, saya optimistis alat ini bisa diterima di pasaran," ujar Rangga yang bercita-cita memiliki perusahaan hardware ini.

Prestasi Ranggasena di bidang teknologi informasi (IT) ini mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua Bidang Akademik dan Riset IBI Darmajaya, Drs Envermy Vem, M.Sc. Menurut dia, selama ini IBI Darmajaya mendukung proses kreativitas mahasiswa untuk lebih optimal sesuai dengan skill dan bakat mahasiswa.

"Dalam mengembangkan penelitian di kalangan mahasiswa, kami juga sudah menyiapkan dosen-dosen yang berkompeten di bidangnya untuk mendampingi mereka. Sudah banyak hasil penelitian, baik dalam bentuk produk maupun riset yang dihasilkan mahasiswa. Nantinya karya tersebut bisa menjadi database kami yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi mahasiswa lainnya," katanya pula.

[das]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Teknologi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini