Klaim Diri Privasi Aman, iPhone Disisipi 5.400 Aplikasi Tersembunyi yang Lacak Data

Jumat, 31 Mei 2019 11:47 Reporter : Indra Cahya
Klaim Diri Privasi Aman, iPhone Disisipi 5.400 Aplikasi Tersembunyi yang Lacak Data Iklan Apple di CES 2019. ©2019 Slashgear / Japan Times

Merdeka.com - Apple sedang tersandung masalah yang cukup pelik. Pasalnya investigasi yang dihelat oleh Washington Post menyebut bahwa privasi iPhone yang diklaim Apple jadi sebuah keunggulan, ternyata terbukti tak tepat.

Melansir Android Authority, Washington Post yang bekerja sama dengan reporter bernama Geoffrey Fowler dan sebuah firma privasi bernama Disconnect, untuk membuat sebuah investigasi terhadap Apple.

Hal ini dilakukan dengan memeriksa iPhone milik Fowler untuk melihat data yang dikirim dari deretan aplikasi populer, dipadu dengan laporan dari kolega privasi Disconnect soal data Fowler yang mungkin diterima.

Hasilnya tak menarik bagi Apple, karena dalam beberapa menit saja, ada belasan perusahaan pemasaran dan firma riset yang melaporkan bahwa data-data personal milik Fowler masuk ke mereka.

"Sebuah perusahaan bernama Amplitude memiliki nomor teleponku, email, dan lokasi tepat keberadaanku. Sebuah perusahaan lain bernama Appboy mendapatkan sidik jari digitalku yang berasal dari ponselku," tulis Fowler.

Hal ini ia biarkan selama seminggu, dan ia mendapatkan 5.400 laporan pelacakan data pribadi Fowler. Benar, sebanyak itu dan hanya terjadi dalam seminggu. Hal ini berkebalikan dengan iklan iPhone di CES 2019 lalu, "Apa yang terjadi di iPhone, tetap di iPhone," mengimplikasikan privasi yang diklaim jadi prioritas Apple.

Mengapa Ini Kasus Besar Bagi Apple?

Seperti yang sudah jadi rahasia umum, informasi digital kira merupakan hal yang penting di dunia pemasaran online, pelacakan, periklanan online, serta big data.

Namun itu semua adalah aspek yang sebagian besar orang tak tahu, tanpa ada transparansi. Seringkali orang tak tahu informasi apa yang mereka berikan secara gratis, dengan konsensus atau tidak.

Sehingga, bagi Apple yang merupakan pemain besar yang dikenal memprioritaskan privasi, terutama pasca skandal Facebook yang menyadarkan masyarakat bahwa data privasi bisa disalahgunakan untuk menggoyang Pemilu, ini adalah hal yang besar.

Masalah Privasi Digital Adalah Masalah yang Pelik

Tak disangka, permasalahan privasi adalah masalah yang punya berlapis-lapis kerumitan. Pertama, susunan perangkat lunak smartphone, baik iOS maupun Android, memiliki arsitektur asli dan bekerja dengan cara tersebut.

Pengguna jelas memiliki sedikit kontrol atas apa yang lalu-lalang di sana, termasuk soal data. Data di dalam smartphone kita sendiri memiliki banyak jenis seperti lokasi, IP Address, hingga sidik jari yang padahal sifatnya unik dimiliki setiap orang.

Jadi susunan perangkat lunak ini yang bisa dengan mudah 'menyetorkan' data kita ke pihak ketiga untuk berbagai keperluan, paling sering tentu pemasaran tertarget.

Smartphone sendiri tak memiliki layanan yang mengingatkan soal keluar masuk data. Di perangkat desktop seperti PC atau Mac, terdapat software untuk memperingatkan Anda soal koneksi data yang keluar masuk.

Hal ini jauh lebih sulit dan rumit di Android, karena Google melarang aplikasi yang dapat mengganggu aplikasi lain yang menampilkan iklan, dan menghentikan mesin iklan Google tak mudah.

Meski demikian, terdapat beberapa hal yang sebenarnya positif dan berguna, seperti pemeriksaan geolokasi yang memberi Anda berbagai layanan berdasarkan lokasi Anda seperti rute anti-macet perjalanan rumah kantor Anda. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Apple
  3. Aplikasi Smartphone
  4. Smartphone
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini