Kenalan dengan peserta kategori E-Agricultre dari The NextDev 2017

Sabtu, 13 Januari 2018 00:03 Reporter : Ayu Miranti
Kenalan dengan peserta kategori E-Agricultre dari The NextDev 2017. ©The NextDev 2017

Merdeka.com - Kompetisi The NextDev akhirnya kembali digelar. Di tahun 2017 ini, ada banyak sekali peserta dari penjuru negeri yang antusias mengenalkan kaya terbaik mereka di bidang start-up digital. Mula-mula mereka tiba di terminal 1C Bandara Soekarno Hatta Tangerang, untuk mengikuti The NextDev 2017.

Di hari pertama para peserta bertemu satu sama lain untuk lebih mengakrabkan diri. Misalnya saja Kopitani.id dan Lindungi Hutan, dua peserta The NextDev 2017 yang berlomba menjadi pemenang aplikasi start-up digital terbaik untuk E-Agriculture. Mereka mengendarai bus bersama-sama menuju venue utama tempat TheNextDev 2017 digelar di Kolga.

Sebelumnya, mereka bercengkerama terlebih dulu dengan melakukan beberapa kegiatan santai. Salah satunya melakukan pijat bersama sembari diiringi musik. Selanjutnya, mereka juga mendapatkan pembekalan informasi seputar kegiatan The NextDev 2017 ini, termasuk technical meeting.

Menariknya, turut hadir sebagai inspirator The NextDev 2017, yaitu Agung Hapsah dan Kevin Hendrawan. Agung Hapsah yang tak lain merupakan seorang Video Content Creator memberikan tanggapan akan pesatnya perkembangan start-up di Indonesia. Ia merasa jika di Amerika Serikat ada Silicon Valley sebagai salah satu pusat cikal bakal dan suburnya start-up, maka di Indonesia mulai muncul beberapa start-up yang terus menggeliat di berbagai daerah.

Lebih lanjut Agung menilai lahirnya start-up digital ini sebagai efek dari hadirnya teknologi. Orang melihat jika teknologi yang ada di Indonesia manfaatnya besar. Tak sekadar untuk bertelepon atau berinternet saja, melainkan juga untuk menciptakan solusi untuk masalah-masalah sosial misalnya. Dan, orang-orang yang berpartisipasi dalam The NextDev 2017 adalah beberapa contoh nyatanya.

Di hari kedua, hari di mana gelaran utama The NextDev 2017 dilaksanakan. Para peserta berlomba mempresentasikan maha karya terbaik mereka dalam bentuk start-up digital. Salah satunya tentang aplikasi E-Agriculture.

Di hadapan dewan juri, seperti Dannis Adhiswara, peserta ditanya tentang jaminan mereka semisal para petani khawatir menggunakan aplikasi E-Agriculture tersebut lantaran diancam oleh para tengkulak. Tak sedikit peserta yang kesulitan menjawab pertanyaan CEO dan Founder Layaria Network tersebut.

Juri yang lain pun turut memberikan masukan khususnya tentang edukasi dan pangsa pasar. Sebab, aplikasi start-up digital, semacam E-Agriculture marketnya harus jelas, termasuk bagaimana di sini para petani sebagai pengguna utama aplikasi tersebut. Setidaknya, usai mengunduh aplikasi E-Agriculture mereka bisa langsung mengoperasikannya tanpa kendala berarti.

Sekalipun Dennis sebagai salah satu juri cukup kritis terhadap karya para peserta The NextDev 2017, tetapi ia cukup menaruh harapan besar kepada mereka. Ia berharap mereka juga menularkan semangat yang dimiliki, khususnya dalam membuat start-up digital ke anak muda kreatif lainnya, agar ke depan Indonesia bisa jadi lebih baik lagi, serta nyaman untuk ditinggali. Penasaran bagaimana keseruan The NextDev 2017? Selengkapnya dapat disimak dalam video berikut ini.

[ayu]

Topik berita Terkait:
  1. Advertorial

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.