KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kemkominfo 'buka lowongan' pengembang aplikasi desa broadband

Selasa, 11 Agustus 2015 21:47 Reporter : Fauzan Jamaludin
Toko aplikasi lokal. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sedang mencari pengembang aplikasi lokal untuk berpartisipasi dalam Program Pembangunan Desa Broadband Terpadu. Nantinya, para pengembang aplikasi lokal itu harus mengirimkan dan menempatkan aplikasi yang dimilikinya di desa.

"Kemkominfo menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan agar aplikasi yang ditempatkan tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya," ujar Kepala Humas Kemkominfo, Ismail Cawidu dalam siaran persnya, Selasa (11/8).

Menurutnya, aplikasi pada Sistem Desa Broadband Terpadu ini berpotensi untuk diakses sebanyak 40 juta 50 juta user pemula di pedesaan yang mengakses secara private menggunakan HP/Smartphone masing-masing.

Saat ini, telah dibangun Portal Aplikasi Pedesaan yang dikembangkan oleh Kementerian Kominfo bekerjasama dengan pengembang aplikasi lokal yang dapat diakses pada http://sidepi.info .

Dalam portal tersebut tersedia berbagai macam aplikasi yang dapat dimanfaatkan oleh penduduk desa seperti M-Fish, I-Kios, Email Zohib, Zohib Messenger, Layer Farm, Sorot, dan lainnya.

"Aplikasi yang dapat dimasukkan dalam portal tersebut diutamakan aplikasi pada bidang nelayan, pertanian dan perhutanan. Namun terbuka juga untuk aplikasi jenis aplikasi lainnya seperti kesehatan, office, hiburan, pendidikan dan juga game yang bersifat mendidik, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat khususnya masyarakat di pedesaan," kata dia.

Bagi pengembang yang mempunyai aplikasi sejenis dapat mengirimkan proposal melalui alamat emaildesabroadband@zohib.com atauless001@kominfo.go.id.

Program itu merupakan pengembangan potensi desa melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Program ini diberi nama Program Pembangunan Desa Broadband Terpadu.

"Desa broadband terpadu adalah desa yang akan dilengkapi dengan fasilitas jaringan atau akses internet, perangkat akhir pengguna dan aplikasi yang sesuai dengan karakteristik penduduk setempat," tambahnya.

Program tersebut diperuntukkan pada desa nelayan, desa pertanian, dan desa pedalaman untuk mendukung dan membantu kegiatan masyarakat setempat sehari-hari. Program Desa Broadband Terpadu ini merupakan program penyediaan akses secara komunal yang tahun ini akan dibangun sebanyak 50 desa dan akan terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. [dzm]

Topik berita Terkait:
  1. Digital Startup
  2. Teknologi
  3. Jakarta

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.