Kemkominfo Belum Pikirkan Tender Frekuensi Bekas Bolt dan First Media

Jumat, 28 Desember 2018 15:04 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kemkominfo Belum Pikirkan Tender Frekuensi Bekas Bolt dan First Media Bolt. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Frekuensi 2.3 GHz kini sudah dikembalikan lagi ke pemerintah. Frekuensi ini, sebelumnya ditempati Bolt, First Media, dan Jasnita. Sejauh ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) belum memutuskan sikap terkait dengan penggunaan frekuensi itu di masa mendatang.

"Soal itu nanti akan dilakukan pembahasan lagi. Frekuensi ini kan Sumber Daya yang terbatas. Terpenting haknya sekarang sudah kembali ke negara," ujar Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Kemkominfo, Ismail usai acara konferensi pers mengenai pencabutan izin Bolt, First Media, dan Jasnita di Gedung Kemkominfo, Jakarta, Jumat (28/12).

Dilanjutkannya, belum ada sama sekali skenario atau rencana mendatang untuk melakukan tender di frekuensi tersebut. Meski begitu, pertimbangan penggunaannya akan dilakukan untuk industri.

"Pertimbangannya nanti pasti untuk kepentingan industri dan masyarakat. Itu yang paling penting dulu," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, kekosongan frekuensi itu karena ketiga perusahaan tersebut belum melunasi Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi selama dua tahun. Mulai dari tahun 2016 sampai 2018. Sehingga Kemkominfo memutuskan untuk menarik frekuensi yang dipakai oleh perusahaan tersebut. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Telco
  2. Bolt!
  3. Bolt Tutup Layanan
  4. Kominfo
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini