Kata pengamat soal video Go-Jek ajak pengemudi Grab bergabung

Jumat, 22 April 2016 11:35 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kata pengamat soal video Go-Jek ajak pengemudi Grab bergabung Ilustrasi Gojek. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam video yang dipublikasikan di YouTube, CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, menyampaikan pesan ajakan untuk bergabung dengan Go-Jek bagi pengemudi GrabBike dan Uber Motor dengan mengatasnamakan rasa nasionalisme. Sayang, video tersebut justru panen kritikan dan sudah dihapus. Banyak netizen yang menilai jika aksi yang dilakukan bos Go-Jek itu, tidak semestinya dilakukan dalam usaha marketingnya. Hingga berita ini diturunkan, pihak Go-Jek belum merespon konfirmasi terkait hal tersebut.

Pengamat marketing, Sumardy Ma, mengatakan, banyaknya kritikan masyarakat terkait video tersebut merupakan hal yang lumrah. Pasalnya, semakin besar brand, maka semakin banyak orang yang mencibir. Terlebih, di era keterbukaan informasi sekarang ini, membuat masyarakat lebih kritis terhadap informasi yang disampaikan.

"Kalau kita lihat komentar orang-orang kan lebih banyak mempertanyakan soal 'Karya anak Bangsa,' sementara, karya anak bangsa itu definisinya apa. Di sisi lain mereka rekrut orang asing dan dapat investor dari luar. Kalau menurut saya, Go-Jek memang harus siap menghadapi era di mana orang kini semakin kritis dengan informasi. Bangun brandnya tidak seperti dulu, sekarang kan semua orang bisa menjadi media atau personal media," ujarnya saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (22/4).

Sementara itu, menurut Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Yuliandre Darwis, mengatakan, apa yang disampaikan CEO Go-Jek dalam video tersebut, betul-betul ingin menyampaikan jika Go-Jek merupakan hasil inovasi karya anak bangsa dan sepatutnya bergabung dengan mereka. Namun, bagi para pengemudi ojek online, pastinya tidak hanya melihat dari unsur karya anak bangsa semata. Tapi, bagaimana karya anak bangsa juga bisa membuat kehidupan mereka bisa sejahtera.

"Saat ini, masyarakat kan udah makin cerdas. Apalagi para pengemudi ojek online, tentunya akan beranggapan pragmatis soal ini," jelasnya.

Dalam video tersebut, CEO Go-Jek menjanjikan semua pengemudi GrabBike dan Uber Motor akan langsung diterima bila bersedia pindah ke Go-Jek. Nadiem juga memberitahukan tarif menguntungkan, bonus berlimpah, serta puluhan ribu orderan dari layanan lain Go-Jek. [idc]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini