Kata Pengamat soal Rencana Investasi Amazon ke Gojek

Jumat, 30 Agustus 2019 13:15 Reporter : Merdeka
Kata Pengamat soal Rencana Investasi Amazon ke Gojek Logo Baru Gojek. ©dok. Humas Gojek

Merdeka.com - Gojek dikabarkan akan mendapatkan investasi dari Amazon. Perusahaan besutan Jeff Bezos itu, sejauh ini masih berdiskusi dengan pihak Gojek untuk rencana tersebut. Informasi ini seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (28/8).

Namun, ketika hal itu dikonfirmasi ke pihak Gojek, mereka mengatakan bahwa tak menanggapi rumor yang beredar di pasar.

"Kami tidak dapat mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar di pasar," ujar juru bicara Gojek.

Sementara itu, menurut Pengamat Startup, Daniel Tumiwa, kalau memang rumor itu benar, maka patut untuk diacungi jempol.

"Bagus banget kalau memang begitu ya. Tetapi ini kan masih spekulasi," jelasnya.

Lebih jauh dia mengutarakan jika spekulasi itu benar-benar terjadi, maka nantinya penggabungan titik data yang muncul dari kegiatan Gojek maupun transaksi pembelian di Amazon akan menghasilkan nilai yang luar biasa besar.

"Kalau ini digunakan untuk kemajuan setiap warga Indonesia, akan membantu mempercepat menurunkan gini ratio," ujar dia.

Meski begitu, hal ini juga harus diwaspadai. Sebab, katanya, dengan kehadiran Amazon, maka bidang apapun yang disentuh mereka, imbasnya akan langsung mengancam industri.

"Amazon sudah punya lebih dari 90 brand in house. Contohnya, farmasi, pakaian, bahkan obat, mereka punya sendiri. Mereka kan pasti tahu, mana yang laku mana yang tidak. Lalu dia buatlah sendiri. Begitu modelnya. Maka, harus berhati-hati," ungkap dia.

Kemudian, menurut Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung, jika rencana itu benar, maka perlu ditanggapi secara positif.

"Positif aja menurut kita, artinya startup kita dianggap oleh pemain dunia. Pemain dunianya ini kan amat-amat besar ya. Ini hal positif ada startup di Indonesia yang dihargai pemain besar," katanya.

Dia juga mengatakan, tak perlu untuk terlalu mewaspadai berlebihan masuknya Amazon sebagai investor Gojek. Menurutnya, pendiri startup akan tetap memegang kendali seluruh kebijakan perusahaan.

"Amazon ini kan kalau jadi, masuknya sebagai investor. Biasanya kalau model startup, walaupun investor punya porsi, tetapi founder tetap memegang kendali. Saya yakin Nadiem tetap akan membela kepentingan nasional. Apalagi investor gojek bukan hanya amazon," terangnya. [faz]

Topik berita Terkait:
  1. Go Jek Indonesia
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini