Kaspersky sebut Milenial Enggan Kembali Bekerja dari Kantor

Jumat, 20 November 2020 11:00 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kaspersky sebut Milenial Enggan Kembali Bekerja dari Kantor Ilustrasi smartphone. ©Shutterstock/Sergey Nivens

Merdeka.com - Kasperksy baru-baru ini melakukan penelitian global terbaru bersama Lembaga Riset Censuswide terhadap 8.000 pekerja UKM di berbagai industri. Dalam riset itu diungkapkan bahwa hampir tiga perempat karyawan (74 persen) enggan kembali ke cara kerja sebelum Covid-19.

Alih-alih kembali ke bisnis seperti biasa, para pekerja di seluruh dunia kini dapat membentuk masa depan bisnis sesuai keinginan mereka, baik itu menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang yang dicintai (47 persen), menghemat uang (41 persen), atau bekerja dari jarak jauh (32 persen).

Saat dihadapkan dengan beban kerja jarak jauh yang sangat besar, para pemimpin bisnis kini harus cepat beradaptasi demi menjaga bisnis tetap aman dan tangguh, sementara para karyawan menggunakan momen perubahan ini sebagai kesempatan untuk menilai kembali prioritas sebelumnya, dan merencanakan masa depan tentang apa yang benar-benar penting bagi mereka.

Dalam upaya melepaskan diri dari belenggu rutinitas pekerjaan yang sebelumnya kaku, para karyawan memikirkan kembali hal-hal normal berikutnya untuk bekerja, kini mereka menjunjung budaya kerja yang lebih gesit, akomodatif, dan manusiawi.

Ke depan, hampir dua dari lima karyawan (39 persen) ingin meninggalkan sistem bekerja 9 to 5, dan angka ini bahkan lebih besar untuk mereka yang berusia 25-34 (44 persen), mengindikasikan bahwa tren ini sedang berkembang, dan sekitar sepertiga (32 persen) ingin mengakhiri sistem bekerja lima hari dalam seminggu.

Baca Selanjutnya: Penelitian ini juga menyoroti bahwa...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Internet
  3. Kaspersky Lab
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini