Karena Pandemi, Pabrik Gadget 'Dipaksa' Relokasi di Luar Tiongkok

Selasa, 31 Maret 2020 16:11 Reporter : Indra Cahya
Karena Pandemi, Pabrik Gadget 'Dipaksa' Relokasi di Luar Tiongkok Foxconn. ©2015 macrumors.com

Merdeka.com - Setelah beberapa kali dilaporkan telah memulai kembali produksinya, deretan mitra produksi Apple yang berlokasi di Tiongkok, kini justru terganggu pasokannya.

Melansir Bloomberg, rantai pasokan Apple dapat diganti karena mitra produksi Apple mempertimbangkan untuk melakukan relokasi dan diversifikasi pusat produksi di luar Negeri Tirai Bambu.

Hal ini dikarenakan rantai pasokan yang sebagian besar dari dalam Tiongkok sendiri, terdampak secara signifikan oleh adanya virus corona.

Dalam laporan tersebut, tahun depan Wistron Corp. yang merupakan salah satu mitra Apple, akan merelokasi setengah dari kapasitas produksinya ke luar Tiongkok.

Mitra Apple lainnya yakni Hon Hai Precision atau Foxconn, Inventec Corp, serta Pegatron Corp, kini sedang menimbang untuk melakukan pengaturan kembali rantai pasokan untuk tidak bergantung pada produsen Tiongkok.

1 dari 2 halaman

Sudah Dipertimbangkan Sebelum Adanya Corona

Potensi untuk melakukan pemindahan pabrik sebenarnya muncul sejak beberapa waktu lalu, yakni ketika perang dagang antara AS dan Tiongkok memanas. Hal ini makin jadi pertimbangan serius ketika corona mewabah hingga kini menjadi pandemi.

Laporan tersebut menyatakan bahwa turunnya bisnis secara signifikan adalah salah satu risiko besar untuk mengandalkan satu negara untuk memproduksi suatu produk.

Wistron Corp sendiri jadi pionir, karena pihaknya telah memproduksi beberapa komponen iPhone di India, Vietnam, dan Meksiko. Sementara Pegatron telah memiliki cabang pabrik di tanah air kita Indonesia, dan telah beranjak untuk membangun fasilitas di Taiwan.

2 dari 2 halaman

Tiongkok Adalah Lokasi yang Nyaman

Memindahkan produksi ke luar Tiongkok bukanlah proses yang mudah bagi perusahaan seperti Apple. Hal ini karena Tiongkok menawarkan banyak kemudahan.

Mulai dari basis pasar yang sangat besar, pekerja terampil yang berlimpah, sistem distribusi yang produktif, dan jaringan pemasok yang sangat luas jaringannya.

Namun tentu saja risiko bisa jadi sangat besar jika negara tersebut sedang kolaps, dan diversifikasi lokasi jadi jawabannya. [idc]

Baca juga:
Xperia 1 II Gunakan Sensor Kamera Besutan Sony dan Samsung
Xiaomi Resmi Perkenalkan Mi 10 Lite, Hadir Dengan Koneksi 5G!
Oppo Reno Ace 2 Hadir Bulan Depan, Bawa Fast Charging Tercepat!
Produksi Tetap Jalan, Realme Pantau Penjualan di Tengah Pandemi Corona
Karena Lockdown, Xiaomi Tunda Peluncuran Mi 10 di India
Bocoran Ungkap iPhone 12 Series Bakal Buang Layar Poni
Samsung Galaxy Note 20 dan Fold 20 Bakal Pakai Snapdragon 865

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini