Kampus ini kembangkan aplikasi mobile cari hasil penelitian

Jumat, 2 November 2018 15:08 Reporter : Fauzan Jamaludin
Kampus ini kembangkan aplikasi mobile cari hasil penelitian Aplikasi mobile M-Repository UBSI. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Saat ini tak bisa dimungkiri belum sepenuhnya kampus di Indonesia terdigitalisasi. Padahal, banyak manfaat bila hal ini diterapkan. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), misalnya. Universitas ini mengklaim pelan-pelan telah melakukan pengembangan dari sisi teknologi.

Bila kemarin telah meluncurkan aplikasi bagi orang tua mahasiswa untuk dapat memantau aktivitas di kampus, kini UBSI kembali melakukan inovasi. Kali ini terkait dengan pangkalan data hasil penelitian. Pangkalan data hasil penelitian ini, dapat diakses melalui aplikasi mobile, yakni M-Repository.

Sederhananya, aplikasi ini memberikan kemudahan para penggunanya dalam mencari hasil penelitian ataupun tulisan dengan membaginya menjadi beberapa folder atau bagian dalam pencarian.

Diantaranya pencarian berdasarkan kategori repository, berdasarkan penulis, berdasarkan kontributor, berdasarkan publikasi, dan berdasarkan bidang ilmu.

"M-Repository UBSI, bisa dikatakan sebagai pangkalan data hasil penelitian dan tulisan civitas UBSI yang disimpan dalam satu aplikasi mobile. Sehingga civitas UBSI hanya dengan gadget dapat mengakses dan melihat file-file hasil penelitian dan tulisan didalamnya, ujar Rektor UBSI Mochammad Wahyudi dalam keterangan resminya, Jumat (2/11).

Lebih lanjut dikatakannya, untuk mendapatkan layanan dari M-Repository UBSI, dosen maupun mahasiswa UBSI bisa mengunduhnya di Playstore maupun di Appstore.

Diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa maupun dosen dalam memperoleh hasil penelitian dan tulisan civitas UBSI. Sehingga referensi penelitian yang diperlukan oleh dosen dan mahasiswa dapat cepat dan mudah didapatkan, kata Wahyudi.

Ketua BPH Yayasan BSI Naba Aji Notoseputro, mengatakan aplikasi-aplikasi digital yang telah dikembangkan oleh UBSI ini sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dari segala aspek yang saat ini telah menjadi UBSI.

Tidak hanya perubahan nama saja, tetapi pelayanan yang kami berikan kepada mahasiswa maupun dosen juga turut berubah. Yakni, dengan pengembangan semua jenis layanannya yang telah berbasis aplikasi digital. Sehingga UBSI, nantinya menjadi kampus yang terdigitaliasasi di semua aspek manajemen kampusnya, kata Naba.

Terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pernah mengatakan sektor pendidikan berpeluang besar untuk dilakukan digitalisasi. Di sisi lain, sektor ini juga bisa disasar bagi para startup yang menyasar ke sektor pendidikan. [dzm]

Topik berita Terkait:
  1. Aplikasi Mobile
  2. Aplikasi Smartphone
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini