Kaki diamputasi, pendaki ini justru lebih sukses dengan kaki robot

Jumat, 10 April 2015 13:05 Reporter : Bramy Biantoro
Kaki diamputasi, pendaki ini justru lebih sukses dengan kaki robot Pendaki tanpa kaki Hugh Herr. © Andrew Kornylak

Merdeka.com - Pencapaian luar biasa telah ditorehkan oleh Hugh Herr, seorang pendaki gunung top asal Amerika. Lahir dengan bakat mendaki gunung luar biasa, karir Hugh sempat hampir berakhir setelah dia mengalami kecelakaan di gunung Washington tahun 1982 silam.

Nyawa Hugh memang berhasil diselamatkan, namun kedua kakinya harus diamputasi hingga lutut. Dokter pun mengatakan bila karir panjat tebingnya telah usai.

Tidak mau menyerah, Hugh memutuskan untuk memasang kaki palsu dan mencoba memanjat hanya beberapa minggu setelah dinyatakan pulih. Tak puas, Hugh membuat kaki palsunya semakin canggih dengan menambahkan teknologi robot dan memodifikasinya.

Bukannya menjadi kelemahan, kaki robot Hugh justru dapat dipakai mendaki gunung lebih baik dari kaki manusia biasa. Rahasianya terletak pada ukurannya yang lebih panjang dan penambahan pisau di kaki robot itu, sehingga saat cocok untuk memanjat gunung batu atau es sekalipun.

"Awalnya orang-orang bilang aku sudah tamat. Setahun kemudian aku justru melampaui kemampuan panjat tebing ku sebelum kaki ku diamputasi, bahkan melakukan banyak hal yang tidak bisa dilakukan pemanjat tebing lain. Hal itu membuat beberapa saingan ku mengatakan akan mengamputasi kaki mereka agar bisa melakukan hal yang sama," kata Hugh, The Guardian (08/04).

Kaki robot Hugh memang sangat canggih. Sepasang kaki 'bionik' tersebut sudah dipasangi teknologi komputer mikro dan sistem 'otot' layaknya kaki sungguhan. Kombinasi kedua teknologi itu membuat kaki buatan itu terasa lebih nyata, ringan, dan hampir sempurna seperti kaki asli. Tak salah bila Hugh menyebut kaki robot itu sebagai nyawanya sekarang.

"Copot kaki robot ini dari ku, dan aku akan terpenjara. Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan hanyalah merangkak. Namun dengan kaki robot ini, aku bisa bebas," ujar Hugh Herr. [bbo]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini