Jepang kembangkan koneksi internet nirkabel berkecepatan 100Gbps

Senin, 22 Februari 2016 18:32 Reporter : Indra Cahya
Broadband nirkabel. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Jepang adalah negara yang tak berhenti berinovasi. Meski dalam hal kecepatan 4G LTE, negeri sakura ini bukanlah salah satu yang menonjol, mereka tetap ingin negaranya punya predikat sebagai negara dengan internet tercepat.

Dilansir dari The Register (10/2), sebuah grup yang berisi para peneliti top dari berbagai universitas di Jepang, menyatakan bahwa mereka telah menemukan teknologi koneksi data nirkabel yang kecepatannya dapat mencapai 100Gbps. Transmitter baru ini beroperasi dalam jarak frekuensi submilimeter terahertz.

Kelompok yang bekerja di Hiroshima University, Panasonic Corporation, dan National Institute of Information and Technology ini menyatakan bahwa pengembangan transmisi CMOS yang beroperasi di frekuensi 275-305GHz membuat mereka mampu membuat koneksi super cepat di berbagai kanal. Teknologi ini juga mampu memberi ruang untuk kecepatan yang bisa menandingi kecepatan kabel fiber.

Frekuensi ini jauh lebih tinggi daripada gelombang milimeter yang dipakai saat ini. Selain itu, frekuensi 300GHz sudah melampaui frekuensi terahertz.

"Hari ini, kita selalu membicarakan rate data dalam megabit per detik atau giga bit per detik. Namun aku meramalkan kita akan segera membicarakannya dalam terabit per detik," ungkap Professor Minoru Fujishima, salah seorang peneliti dari Hiroshima University. "Itulah yang teknologi wireless terahertz tawarkan. Kecepatan ekstrim yang saat ini hanya terbatas di fiber optik," imbuhnya.

Sebenarnya cara kerja transmisi terahertz sama dengan yang sebelum-sebelumnya. Di mana semakin besar frekuensi, berarti kecepatan lebih tinggi namun jarak lebih pendek. Kemungkinan terjadinya gangguan juga makin sedikit.

Langkah selanjutnya dalam proyek ini adalah untuk mengembangkan modulasi dan demodulasi sirkuit untuk transmisi terahertz ini. Selain itu, pengembangan lebih lanjut dari format yang dapat mendukung data frekuensi tinggi juga diperlukan.

Sayangnya, frekuensi 300GHz ini masih dikembangkan secara eksklusif sebagai objek penelitian saja. Menurut Para peneliti. para produsen tak akan mengalokasikan dana untuk pengembangan frekuensi ini hingga 2019 mendatang. [idc]

Topik berita Terkait:
  1. Internet
  2. Teknologi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.