Jangan sekali-sekali bikin akun Facebook palsu!

Minggu, 19 Januari 2014 00:01 Reporter : Yoga Tri Priyanto
Jangan sekali-sekali bikin akun Facebook palsu! ilustrasi akun facebook palsu. © Cnet.com

Merdeka.com - Jika Anda saat ini memiliki akun facebook atau Twitter palsu yang digunakan untuk sekadar iseng, sebaiknya jangan diaktifkan lagi.

Baru-baru ini, Rusia telah merilis sebuah undang-undang yang mungkin dirasa tidak masuk akal. Menurut lansiran Softpedia, (17/1), pemerintah Rusia akan menjatuhkan denda sebesar USD 150 ribu atau setara dengan Rp 1,8 miliar bagi siapa pun yang terbukti membuat akun Facebook maupun Twitter palsu.

Undang-undang ini dibuat untuk menghindari praktek kejahatan yang marak terjadi. Bahkan politisi Vitaly Milonov dan Federal Code of Administrative Violations, menjadi aktor insiatif pencetusan undang-undang tersebut.

Menurutnya, aksi terorisme menjadi pemicu ditelurkannya undang-undang itu.

"Saat ini, tak hanya teror bom dari para teroris, bahkan segala macam kejahatan juga bisa tersebar melalui akun Facebook palsu," ujar Milanov.

Jika di Rusia telah ditentukan undang-undang seperti itu, bagaimana dengan Indonesia? Tanah air ini sudah cukup banyak kejadian terorisme yang tersebar hampir di sleuruh penjuru daerah. Jika hal tersebut terus berlanjut, bukan tidak mungkin undang-undang Rusia tersebut akan diterapkan di Indonesia.

Untuk itu, mulai sekarang berhentilah membuat akun facebook atau Twitter palsu, atau Anda akan dijatuhi denda Rp 1,8 miliar.

Baca juga:

Akun Twitter tiba-tiba nge-tweet sendiri? Ini obatnya

5 Tips hindari serangan hacker ke akun Facebook dan Twitter

Cara pulihkan akun Facebook yang terkena serangan auto-posting

Bahaya phishing ancam pengguna Twitter dan Facebook Indonesia

Aksi-aksi hacker di awal tahun 2014 [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Terorisme
  2. Facebook
  3. Cyber Crime
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini