Investor Tokopedia, Softbank Group, Rugi 704 Miliar Yen

Jumat, 8 November 2019 11:46 Reporter : Syakur Usman
Investor Tokopedia, Softbank Group, Rugi 704 Miliar Yen Presdir SoftBank Bertemu Jokowi di Istana. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Saham Softbank Group Corp turun 4,2 persen di bursa Tokyo pada Kamis (7/11), sekaligus menjadi penurunan saham terbesar dalam lima pekan terakhir, seperti dikutip dari japantimes.co.jp. Di Indonesia, Softbank dikenal sebagai salah satu investor utama di platform Tokopedia.

Penurunan saham tersebut dipicu laporan kerugian grup sebesar 704 miliar yen, setara US$ 6,5 miliar, setelah kegagalan investasinya di beberapa startup, terutama WeWork di Amerika Serikat. Kerugian ini adalah yang terbesar sepanjang 14 tahun terakhir. Di Indonesia, Softbank adalah investor utama Tokopedia.

Di WeWork, Softbank investasi melalui Vision Fund, perusahaan investasinya. Berdasartkan laporan keuangan Juli-September tahun ini, Softbank melaporkan Vision Fund berkontribusi atas kerugian grup sebesar 970 miliar yen (US$ 8,9 miliar), akibat anjloknya valuasi startup yang disuntiknya seperti WeWork dan Uber Technologies.

Portofolio investasi Softbank tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Tanah Air, Softbank memiliki saham di Tokopedia, setelah injeksi modal US$ 1 miliar pada tahun lalu.

Di dunia, Softbank merupakan investor startup ByteDance Inc, Didi Chuxing ---ride-hailing di China, Grab, Ajaib, dan sebagainya

Masayoshi Son, Chief Executive Officer Softbank, menjelaskan dalam berbagai aspek, penilaian investasi saya buruk dan saya merenungkannya, seperti dikutip dari CNBC International.

Dia mengaku menutup mata pada beberapa masalah yang ditimbulkan Adam Neumann, pendiri dan mantan CEO WeWork, seperti tata kelola perusahaan. Namun, dia berjanji setelah ini, kinerja WeWork akan meningkat lebih pesat.

1 dari 1 halaman

Kegagalan Investasi di WeWork

 /></p>
<p style=2014 Merdeka.com

Di WeWork, investasi Softbank memburuk, setelah investor di Amerika Serikat tidak yakin dengan rencana IPO WeWork, sehingga IPO tersebut gagal pada September lalu. Kegagalan IPO tersebut menyebabkan valuasi WeWork --semula bernama We Company-- turun dari US$ 47 miliar menjadi hanya US$ 8 miliar.

Penurunan valuasi WeWork itu membuat Softbank harus menginjeksi modal kembali sebesar US$ 9,5 miliar untuk menyelamatkan startup co-working space asal Amerika ini. Akibatnya Softbank menjadi pemegang saham terbesar di WeWork dengan kepemilikan sahamnya naik menjadi 80 persen.

Namun, Son tampak tidak kehilangan keyakinan atas investasinya yang berani di startup.

"Tidak ada perubahan dalam perjalanan kami. tidak ada peruahan dalam visi kami," tegas Son di Tokyo, Jepang.

[sya]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini