Investor mulai lirik investasi fintech dan kesehatan

Rabu, 20 September 2017 15:58 Reporter : Fauzan Jamaludin
Ilustrasi e-commerce. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menurut hasil survei dari Google dan AT Kearney menyebutkan dua tahun ke depan para investor akan lebih banyak masuk untuk mendanai sektor Financial Technology (FinTech) dan Kesehatan. Hal itu dipengaruhi karena masih sedikitnya investor yang mengucurkan dananya di kedua sektor tersebut.

Jika melihat data hasil survei mereka, terlihat untuk saat ini mayoritas investor melakukan investasinya di sektor e-commerce dan transportasi. Bila dibandingkan antarkeduanya, bidang e-commerce yang selalu menarik perhatian investor dengan prosentase 58 persen. Sementara untuk investasi di sisi transportasi sebanyak 38 persen.

Tetapi ketika ditanyakan masa depan, investor akan mulai menginvestasikan dananya ke FinTech dan Kesehatan. Hal itu berdasarkan dari surveinya yang mencatat ada sekitar 67 persen dari para investor yang diwawancarai akan lebih mencari perusahaan startup bidang FinTech. Sementara, 25 persennya merencanakan menggelontorkan dana ke perusahaan rintisan digital bidang Kesehatan.

"Mungkin mereka melihat whats the next wave ya, karena kan investasi ke e-commerce dan ridesharing itu kan udah banyak dan tentunya investor mencari yang belum banyak masuk. Value-nya masih relative rendah dan kelipatan ke depannya lebih tinggi. Jadi kelihatannya mereka akan ke sisi itu (FinTech dan Kesehatan red)," kata Mifza Muzayan, Sales Operation & Strategy Lead, Google Indonesia saat ditemui di Jakarta, Selasa (19/9).

Meski begitu, bukan berarti investor akan berhenti mengucurkan dananya ke startup di sektor e-commerce dan transportasi. Investor tetap akan membidik kedua perusahaan rintisan digital yang bergelut di kedua sektor tersebut. Hanya saja, trennya akan mengarah ke FinTech dan Kesehatan.

"Tetapi juga bukan berarti investor stop ke e-commerce atau ridesharing ya," jelas dia.

Google dan AT Kearney juga meriset sejauh mana kepercayaan investor terhadap pasar startup tanah air. Hasilnya kepercayaan investor meningkat. Hal itu ditunjukan di mana investasi terhadap perusahaan-perusahaan start-up tumbuh 68 kali lipat dalam 5 tahun terakhir, yaitu dari angka USD 1,4 miliar pada tahun 2016 melesat menjadi USD 3,0 miliar di bulan ke-8 tahun 2017.

Riset 'Indonesia Venture Capital Outlook 2017' yang dilakukan dari Mei hingga Agustus 2017 ini menunjukkan bahwa lanskap start-up di Indonesia masih berada di tahap awal tetapi mengalami kemajuan yang sangat pesat, utamanya pada kategori e-commerce dan transportasi. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. E Commerce
  2. Teknologi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini