Intip Harga Data Pribadi yang Dijual di Pasar Gelap Internet

Senin, 7 Desember 2020 10:37 Reporter : Merdeka
Intip Harga Data Pribadi yang Dijual di Pasar Gelap Internet ilustrasi hacker. ©2017 winpoin.com

Merdeka.com - Seiring kehidupan offline dan digital yang semakin bergandengan, aktivitas daring secara langsung telah memengaruhi dunia fisik. Salah satu ruang lingkup yang paling terpengaruh adalah komunikasi dan berbagi informasi pribadi. Tak jarang, kejahatan internet kerap terjadi dengan mengoptimalkan informasi data pribadi untuk memuluskan rencana jahat.

Kaspersky melakukan investigasi tentang harga jual data pribadi pengguna internet. Dalam keterangan yang diterima Merdeka.com, Senin (7/12), Kaspersky melakukan anilisis penawaran aktif di 10 forum dan pasar darknet internasional.

Dari itu, ditemukan bahwa akses ke data pribadi dapat dimulai dari harga USD 50 sen. Dengan harga ini, pembeli dapat mengetahui sebuah identitas pribadi, namun tergantung seberapa jauh data yang ditawarkan.

"Beberapa informasi pribadi masih tetap diminati hampir satu dekade terakhir - terutama data kartu kredit, akses perbankan dan layanan pembayaran elektronik - dengan harga yang masing-masing tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir," jelas Dmitry Galov, peneliti keamanan di Kaspersky's GReAT.

Dilanjutkannya, berbagai jenis data baru juga bermunculan. Dalam hal ini, termasuk catatan medis pribadi dan selfie dengan dokumen identifikasi pribadi, yang biayanya dapat mencapai hingga USD40.

Pertumbuhan skema jumlah foto dengan dokumen di tangan juga mencerminkan tren dalam 'permainan cybergood'. Penyalahgunaan data ini berpotensi menimbulkan konsekuensi cukup signifikan, seperti pengambilan nama atau penggunaan layanan korban berdasarkan identitasnya.

Konsekuensi penyalahgunaan jenis data pribadi lainnya juga signifikan. Data yang dijual di pasar gelap dapat digunakan untuk pemerasan, eksekusi penipuan dan skema phishing, hingga pencurian uang secara langsung.

Jenis data tertentu, seperti akses ke akun pribadi atau database kata sandi, dapat disalahgunakan tidak hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk kerugian reputasi dan jenis kerusakan sosial lainnya, termasuk doxing.

"Dalam beberapa tahun terakhir banyak area kehidupan kita telah menjadi digital - dan beberapa di antaranya, seperti medis kita, misalnya, termasuk sebagai informasi pribadi. Seperti yang kita lihat dengan meningkatnya jumlah insiden kebocoran data, hal ini menyebabkan lebih banyak risiko bagi pengguna. Namun, kita juga dapat melihat perkembangan positif, dimana banyak organisasi mengambil langkah ekstra untuk mengamankan data penggunanya," kata dia.

Baca Selanjutnya: Detail Harga Data Pribadi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini