Intip deretan kecanggihan satelit yang diusung BRIsat!

Jumat, 15 Juli 2016 15:15 Reporter : Indra Cahya
Intip deretan kecanggihan satelit yang diusung BRIsat! Kecanggihan satelit yang diusung BRIsat. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebagai satu-satunya bank di dunia yang memiliki rencana matang dalam meluncurkan satelit, tentu BRI memikul beban untuk jadi yang terbaik di bidang teknologi perbankan. Beruntungnya, dalam proses panjang untuk mencapainya, BRI menggandeng beberapa pihak untuk memastikan satelit ini akan beroperasi dengan semestinya.

Sebelum satelit tersebut benar-benar dibuat saja, terdapat banyak sekali tahapan yang harus dilalui. Mulai dari studi kelayakan, pembentukan tim pengadaan satelit, membuat proposal, hingga pemilihan pemenang tender bagi perusahaan yang menjadi pabrikan satelit serta peluncurnya. SS/L atau Space System Loral dari Amerika Serikat adalah perusahaan pemegang pengadaan satelit, serta Arianespace adalah perusahaan pemegang pengadaan kendaraan peluncur.

Berbagai kecanggihan dan teknologi tinggi diaplikasikan dalam sebuah satelit, untuk menjadikan BRIsat lebih menjangkau tiap jengkal Indonesia, tanpa terlewat satu titik pun. Hal ini juga merupakan komitmen dari bank BRI untuk jadi yang terdepan dalam melayani masyarakat yang belum terlayani karena cakupan teknologi di Indonesia yang belum merata.

Berikut berbagai kecanggihan dari BRIsat, dan teknologi tinggi yang diterapkan dari pembuatan hingga peluncurannya.

1 dari 3 halaman

Tipe satelit dan cakupan

Kecanggihan satelit yang diusung BRIsat. ©2016 Merdeka.com

Untuk bank, satelit yang dibutuhkan adalah satelit komunikasi, di mana satelit ini bertugas sebagai stasiun relay di angkasa. Biasanya satelit komunikasi dimanfaatkan untuk keperluan transmisi informasi ke berbagai belahan Bumi. Informasi tersebut berupa siaran televisi, telepon, serta koneksi internet. Satelit ini bergerak dengan kecepatan yang sama dengan Bumi, atau biasa disebut dengan orbit Geosynchronous. Sehingga, satelit ini akan berada di tempat yang sama terus-menerus.

Berbagai tahapan canggih pun akan dimulai sejak awal satelit dibuat. Satelit ini akan berbentuk silinder dengan dimensi 5,6 meter x 3,5 meter x 3,1 meter. Adapun bobotnya seberat 1,872 ton tanpa bahan bakar, serta 3,54 ton dengan bahan bakar. Terdapat dua bagian solar panel yang terdiri dari 3 lembar Gallium Arsenide, yang dapat menyumbang daya listrik total pada End of Life sebesar 9500 watt.

Terdapat dua buah baterai untuk sumber daya dalam aktivitas satelit, berupa baterai Li-ion dengan data 102 Ah. Lalu tak lupa dua jenis bahan bakar untuk satelit mengorbit, berupa bahan bakar cair bi-propellant berkapasitas 1025 liter, serta bahan bakar elektrik Xenon dengan kapasitas 82 liter.

Dari segi bentuk, pada posisi on-station dengan solar panel serta reflektor yang terbuka, panjang satelit antara ujung ke ujung reflektor adalah 24 meter.

Dengan hanya sebuah satelit yang mengudara ini, cakupan dari antena satelit BRIsat sudah sangat luas. Ada 4 cakupan antena satelit BRIsat, yakni standard C-band yang mencakup seluruh wilayah Indonesia, Extended C-band yang mencakup Indonesia beserta semua negara ASEAN, Standard Ku-band yang mencakup sebagian wilayah Indonesia, serta Extended Ku-Band yang mencakup hingga bagian utara wilayah Asia Timur.

Satelit ini akan mengangkasa di 150.5 bujur timur di Geostasioner, tepat 36.000 kilometer di atas garis khatulistiwa. Direncanakan satelit ini akan mengorbit selama 17.5 tahun.

2 dari 3 halaman

Infrastruktur operasional BRIsat

Kecanggihan satelit yang diusung BRIsat. ©2016 Merdeka.com

Jika satelit sudah pada tempatnya, bisa berkomunikasi dengan pusat kendali, dan satelit telah berfungsi sebagai jaringan komunikasi, saatnya Tim BRI yang terdiri dari anak bangsa yang ahli di bidangnya dan generasi muda yang berprestasi, siap mengoperasikan satelit.

Untuk mengikuti standar "full redundancy" yang diberlakukan dalam bank, maka stasiun pengendali satelit juga dibangun di dua tempat. Yang pertama adalah PSCF atau Primary Satellite Control Facility, yang dibangun di Ragunan, Jakarta. Serta yang kedua adalah BSCF atau backup Satellite Control Facility, yang dibangun di Tabanan, Bali, yang sekaligus merupakan Data Recovery Center.

Pusat kontrol PSCF dipenuhi berbagai perangkat canggih yang terdiri dari rak-rak peralatan pengendalian satelit yang disebut GCS (Ground Control System). PSCF yang juga bertugas sebagai media komunikasi antara pihak operator dan satelit, terdapat juga rak-rak perangkat Radio Frequency yang disebut GRCS (Ground Radio Communication System).

Terdapat juga console server pengendalian satelit yang terdiri dari 3 bagian, yakni SOC (Satellite Operation Center), POC (Payload Operation Center), serta TSOC (Test Satellite Operation Center).

Di rooftop lantai tiga, terdapat sebuah tiga buah antena, yakni dua antena berdiameter 9 meter dan satu antena berdiameter 11 meter buatan GD Satcom.

Sementara di Tabanan, yang merupakan Backup Satellite Control Facility, atau BSCF, merupakan stasiun backup yang serupa dengan di Ragunan, dengan kecanggihan yang sama. Perangkat Ground Control serta 3 bagian console server pengendalian satelit juga tersedia di stasiun pengendali satelit Tabanan.

3 dari 3 halaman

Perjalanan menuju orbit

Kecanggihan satelit yang diusung BRIsat. ©2016 Merdeka.com

Satelit BRIsat diproduksi oleh SSL, atau lebih dikenal sebagai Space Systems/Loral, dan pengerjaannya dilakukan di Palo Alto, California. SSL adalah salah satu perusahaan manufaktur kendaraan luar angkasa yang terbaik di bidangnya, dengan 80 buah GEO-satelit buatan mereka yang kini sedang mengorbit di angkasa.

Sementara peluncur satelit BRIsat, diproduksi oleh Arianespace dari Perancis. BRIsat menggunakan peluncur terbaik dari Arianespace, yakni Ariane 5. Arianespace juga terbaik di bidangnya, di mana perusahaan Perancis ini memegang 50 persen pasar dunia untuk melontarkan satelit ke angkasa.

Ariane 5 adalah kendaraan peluncur yang saat ini merupakan kendaraan peluncur terbesar, dan mampu membawa beban/payload seberat 10 ton ke orbit GTO (Geostationary Transfer Orbit) dengan perigee 250 kilometer, dan apogee 36.000 kilometer. Selain itu Ariane 5 dapat meluncurkan 2 buah satelit dalam satu kali peluncuran.

Kini, peluncuran telah berhasil dilakukan dan jadi salah satu misi sukses dari Ariane 5. Peluncuran sendiri dilakukan di kota Kourou, sebuah kota di Guyana Perancis, Amerika Selatan. Peluncuran terjadi pada 19 Juni 2016 dini hari waktu Indonesia.

Sebelumnya dalam proses perjalanan BRIsat ke angkasa, Satelit BRIsat dikirim dengan pesawat Antonov dari Palo Alto, ke Kourou. Sedangkan peluncur Ariane 5 dikirim menggunakan kapal dari Perancis ke Kourou.

BRIsat kini telah tiba destinasi akhir yakni di slot orbit 150.5 Bujur Timur. Perjalanan menuju orbit atau yang dikenal sebagai Orbit Raising ini, memerlukan waktu paling lama 10 hari. Tugas berikutnya dari BRIsat adalah menjalani uji coba operasi untuk melayani kegiatan perbankan di seluruh nusantara.

Slot 150.5 Bujur Timur ini berada di atas langit Papua, di mana Antena V-SAT yang digunakan BRI akan diarahkan ke ujung timur Indonesia.

[idc]
Topik berita Terkait:
  1. Satelit BRI
  2. Satelit Indonesia
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini